Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Wabah PMK, Peternak tak Perlu Panik

Kamis 30 Jun 2022 07:21 WIB

Red: Gita Amanda

Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya memeriksa mulut sapi, (ilustrasi).

Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya memeriksa mulut sapi, (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Sebanyak 285.833 ekor hewan ditemukan terpapar, 92.237 ekor telah dinyatakan sembuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peternak Indonesia sedang berjuang mengatasi penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini, berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan) pada Selasa (28/6/2022), ditemukan di 19 provinsi. Virus PMK menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi.

Sebanyak 285.833 ekor hewan ditemukan terpapar, 92.237 ekor telah dinyatakan sembuh, dan 185.185 ekor masih dalam proses penyembuhan. Adapun 2.704 ekor terpaksa dipotong untuk menghindari penularan lebih lanjut dan 1.707 ekor lainnya ditemukan mati karena tertular PMK. Hingga kini, sebanyak 80.514 ekor hewan sudah divaksinasi guna memperkuat imunitas tubuhnya dan terhindar dari virus PMK.

Baca Juga

Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pada berbagai kesempatan mengatakan PMK ini dapat diatasi sehingga para peternak diharapkan untuk tidak panik. Sebagaimana telah tergambar jelas, tingkat kematian ternak dewasa yang ditimbulkan oleh PMK tergolong rendah, yaitu satu hingga tiga persen. Risiko kematian tinggi, hingga 50 persen, dialami oleh ternak muda. Tingkat kesembuhan dari PMK tinggi, mencapai 99 persen.

Banyak pakar kesehatan hewan juga berpendapat pada banyak kasus, hewan ternak yang tertular dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk mendukung peternak dalam menghadapi krisis ini, pemerintah telah menganjurkan sejumlah tindakan antisipatif.

photo
PMK bisa diatasi. - (Kementan)
 

Jika hewan ternak telah tertular, maka peternak harus segera memisahkan ternak yang sakit. Setelah itu, peternak wajib membersihkan kandang dan seluruh peralatan yang dipakai dengan disinfektan.

Peternak juga harus segera membatasi pergerakannya di area kandang karena ditakutkan dapat menjadi medium penularan virus. Langkah selanjutnya, para peternak harus menggenjot asupan makanan dengan pakan bergizi tinggi dan mengandung vitamin A, B dan C.

Jika ternyata ada hewan ternak yang sudah dalam kondisi terpapar parah, maka penyembelihan dapat dijadikan opsi untuk meminimalisir kerugian peternak. Bagi peternak yang hewan ternaknya tidak terjangkit, sebagai langkah pencegahan, peternak harus memberikan asupan vitamin dan mineral saat memberikan pakan kepada ternak.

Kebersihan kandang harus terus menerus dijaga, dibarengi dengan penyemprotan disinfektan secara rutin pada kandang dan pasar hewan terdekat. Peternak juga disarankan untuk tidak menambah jumlah ternak baru selama penyebaran virus PMK masih terjadi.

Sebagai langkah pamungkas, hewan ternak yang masih sehat harus divaksinasi demi meningkatkan imunitas tubuhnya

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA