Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Ukraina Sambut Baik Sikap NATO ke Rusia

Kamis 30 Jun 2022 00:20 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Puing-puing garasi pribadi yang hancur setelah penembakan di daerah perumahan di Mykolaiv, Ukraina selatan, 29 Juni 2022. Kepala Administrasi Militer Daerah Mykolaiv, Vitaliy Kim, melaporkan bahwa akibat penembakan yang menghantam gedung apartemen bertingkat tinggi di Mykolaiv pada tanggal 29 Juni 2022, sedikitnya tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Pasukan Rusia pada 24 Februari memasuki wilayah Ukraina, memulai konflik yang telah memicu kehancuran dan krisis kemanusiaan.

Puing-puing garasi pribadi yang hancur setelah penembakan di daerah perumahan di Mykolaiv, Ukraina selatan, 29 Juni 2022. Kepala Administrasi Militer Daerah Mykolaiv, Vitaliy Kim, melaporkan bahwa akibat penembakan yang menghantam gedung apartemen bertingkat tinggi di Mykolaiv pada tanggal 29 Juni 2022, sedikitnya tiga orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Pasukan Rusia pada 24 Februari memasuki wilayah Ukraina, memulai konflik yang telah memicu kehancuran dan krisis kemanusiaan.

Foto: EPA-EFE/GEORGE IVANCHENKO
NATO sepakat untuk memperlakukan Rusia sebagai ancaman langsung.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ukraina memuji "sikap jelas" Organisasi Pakta Pertahanan Utara (NATO) mengenai Rusia dan mengundang Finlandia dan Swedia bergabung dengan aliansi militer itu. Kiev juga mendorong posisi yang sama aktif dan kuatnya pada Ukraina untuk melindungi keamanan Eropa-Atlantik.

"Hari ini di Madrid, NATO membuktikan dapat mengambil keputusan yang sulit tapi penting," kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba di Twitter, Rabu (29/6).

Baca Juga

"Kami menyambut baik sikap jelas pada Rusia, serta aksesi terhadap Finlandia dan Swedia. Posisi yang sama kuat dan aktifnya pada Ukraina akan membantu melindungi keamanan dan stabilitas Eropa-Atlantik," tambahnya.

Dalam pidatonya di pertemuan NATO di Madrid yang disiarkan melalui video Presiden Ukraina  Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya membutuhkan lebih banyak bantuan senjata canggih dan uang untuk membela diri sendiri terhadap Rusia dalam invasi yang dimulai pada 24 Februari lalu.

Berdasarkan pernyataan di pertemuan itu pemimpin NATO sepakat untuk memperlakukan Rusia sebagai ancaman langsung dan yang paling signifikan pada keamanan sekutu.

Kepala Staf Presiden Ukraina Andriy Yermak menyambut baik pesan NATO pada Rusia. "Rusia tidak akan mengalahkan Ukraina  - Rusia yang akan dikalahkan. Itu pesan negara anggota @NATO yang berulang kali ditekankan dalam pertemuan. Ukraina dan sekutu-sekutunya harus memenangkan pertempuran untuk demokrasi," tulisnya. n Lintar Satria/Reuters  

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA