Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Rudal Rusia Hujani Ukraina Saat Barat Janjikan Dukungan

Kamis 30 Jun 2022 00:55 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Pasukan Rusia menyerang sasaran di daerah Mykolaiv, di selatan Ukraina

Pasukan Rusia menyerang sasaran di daerah Mykolaiv, di selatan Ukraina

Foto: AP/George Ivanchenko
Rusia mengintensifkan serangan di seluruh negeri ketika Barat janjikan dukungan abadi

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV - Pasukan Rusia menyerang sasaran di daerah Mykolaiv, di selatan Ukraina pada Rabu (29/6/2022). Rusia mengintensifkan serangan di seluruh negeri ketika anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bertemu di Madrid untuk menjanjikan dukungan abadi ke Ukraina.

Wali Kota Mykolaiv, Oleksandr Senkevych mengatakan, serangan rudal Rusia menewaskan sedikitnya tiga orang di sebuah bangunan perumahan di sana pada Rabu. Menurutnya delapan rudal Rusia telah menghantam kota itu, termasuk mengenai sebuah blok apartemen.

Foto-foto menunjukkan asap mengepul dari sebuah bangunan empat lantai dengan lantai atasnya sebagian hancur. Namun Moskow mengatakan pasukannya telah menghantam apa yang mereka sebut pangkalan pelatihan tentara bayaran asing di wilayah tersebut.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukannya melakukan serangan di pangkalan pelatihan militer untuk "tentara bayaran asing" di dekat kota dan juga menghantam delapan depot amunisi dan tempat pembuangan bahan bakar. Mykolaiv telah menjadi benteng melawan upaya Rusia untuk mendorong Barat menuju kota pelabuhan utama Ukraina, Odesa. Serangan Mykolaiv terjadi hanya dua hari setelah rudal Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Kremenchuk.

Sementara itu di timur Ukraina, gubernur provinsi Luhansk mengatakan, terjadi pertempuran di banyak daerah. Pertempuran juga terjadi di sekitar kota puncak bukit Lysychansk yang coba dikepung oleh pasukan Rusia. Pertempuran untuk Lysychansk di Luhansk mengikuti jatuhnya Sievierodonetsk, kota kembarnya di seberang Sungai Donets Siverskyi pada Sabtu pekan lalu.

Sementata Gubernur Kryvyi Rih di Ukraina tengah mengatakan penembakan Rusia juga meningkat di sana dalam beberapa hari terakhir. "Beberapa desa telah terhapus dari muka bumi," kata Gubernur Kryvyi Rih Oleksander Vilkul.

Komandan angkatan bersenjata Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny mengatakan Rusia telah menembakkan sekitar 130 rudal ke Ukraina dalam empat hari terakhir. Ini merupakan sebuah indikasi intensifikasi serangan.

Rusia telah membantah menargetkan wilayah sipil. Namun PBB mengatakan setidaknya 4.700 warga sipil telah tewas sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Serangan-serangan meningkat terjadi ketika pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin membuat kemajuan yang meski lambat namun tak terhindarkan. Invasi Rusia yang masuk bulan kelima ini seturut serangan rudal di sebuah pusat perbelanjaan yang menewaskan sedikitnya 18 orang di Ukraina tengah pada Senin.

Meskipun demikian, analis Barat mengatakan pihak Rusia juga menelan korban. Sementara prospek lebih banyak pasokan senjata Barat mencapai Ukraina, termasuk sistem rudal jarak jauh, membuat kebutuhan Moskow untuk mengkonsolidasikan keuntungan lebih mendesak.

Jauh dari pertempuran, para pemimpin negara-negara NATO bertemu di ibu kota Spanyol, Madrid, untuk membahas kebijakan dalam menanggapi tindakan Rusia, dan juga untuk setiap ancaman Cina. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan anggota aliansi militer akan memasok Ukraina dengan senjata selama diperlukan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada pertemuan puncak NATO bahwa AS memperkuat pasukannya di Eropa berdasarkan ancaman dari Rusia. NATO juga akan mengundang Swedia dan Finlandia untuk menjadi anggota, setelah mengatasi keberatan dari Turki.

Rusia telah lama mengeluh tentang perluasan blok Barat yang dirasakan menuju perbatasannya. Namun invasi Moskow ke Ukraina telah memberikan dorongan baru kepada NATO. Uni Eropa juga telah memberikan status kandidat Ukraina sehubungan dengan invasi tersebut.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA