Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Kawasan Industri Halal akan Dapat Insentif Fiskal dan Non-Fiskal

Kamis 30 Jun 2022 00:10 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Kawasan industri halal. Ilustrasi

Kawasan industri halal. Ilustrasi

Foto: MCIE
Insentif ini untuk memberi dukungan lebih besar kepada pengelola KIH.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Industri Halal (KIH) akan memperoleh insentif fiskal dan nonfiskal. Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),  Afdhal Aliasar mengatakan insentif non-fiskal didorong melalui integrasi ekosistem.

"Insentif non-fiskal akan menjadi pembeda kuat antara KIH dengan program kawasan industri lainnya di Indonesia," katanya pada Republika.co.id, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga

Insentif ini dipersiapkan untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada pengelola KIH. Afdhal mengatakan, Permenperin Nomor 17 sedang dalam pembahasan untuk revisi dengan menyertakan aspirasi untuk menaikan status dari surat keterangan KIH menjadi surat ketetapan KIH.

Di sisi insentif, peningkatan insentif non-fiskal yang terkait dengan penguatan ekosistem di dalam KIH akan sangat diperlukan. Baik dari sisi supply chain di dalam kawasan, kemudahan berusaha dalam bentuk berbagai perizinan dan termasuk juga sertifikasi halal dan pengembangan SDM.

"Linkage dengan Kawasan Industri di regional dan supply chain produk halal dunia juga akan kita inisiasi lebih kuat," katanya.

Kolaborasi dengan kawasan industri di wilayah dan global akan memudahkan Indonesia menjadi bagian dari global supply chain produk halal dunia. Ini menjadi tujuan yang perlu dimulai dengan penguatan infrastruktur.

Afdhal mengatakan Indonesia sedang mengarah pada visi global hub halal international. Strategi secara makro akan dimasukan ke Masterplan Industri Halal Indonesia yang akan segera diterbitkan dalam waktu dekat.

"Jadi ini kerja bersama dengan Bappenas juga, Kemenkeu, Kemenperin, BI dan OJK juga ikut dari sisi dukungan ekosistem keuangan syariah," katanya.

Sejauh ini, sinergi terus diperkuat termasuk juga dengan para pelaku usaha atau industri. Ada series Focus Group Discussion yang selalu melibatkan pelaku usaha khususnya pengelola kawasan tentunya.

Saat ini, terdapat tiga Kawasan Industri Halal yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian. Diantaranya Modern Halal Valley Cikande, Halal Industrial Park Sidoardjo, dan Bintan Inti Halal Hub.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA