Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Agar Anak Dapat Beradaptasi, Pahami Perkembangan Sosial Emosionalnya di Masa Transisi

Rabu 29 Jun 2022 16:37 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Anak sekolah di masa transisi pandemi Covid-19. Anak-anak mungkin akan kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan melakukan interaksi sosial di masa transisi.

Anak sekolah di masa transisi pandemi Covid-19. Anak-anak mungkin akan kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan melakukan interaksi sosial di masa transisi.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Di masa transisi, anak mungkin akan kebingungan menghadapi perubahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Bernie Endyarni Medise SpA(K) mengungkapkan pentingnya bagi orang tua untuk memahami perkembangan sosial emosional anak. Itu semakin krusial khususnya di masa transisi pasca pandemi Covid-19.

"Agar anak-anak dapat beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik, maka orang tua perlu memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala," kata Bernie dalam webinar "Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi" pada Selasa (28/6/2022).

Baca Juga

Bernie menjelaskan bahwa perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Namun, di masa transisi, Bernie mengatakan anak-anak mungkin akan kebingungan menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan melakukan interaksi sosial. Hal tersebut dapat meningkatkan masalah sosial emosional yang dampaknya bisa berbeda tergantung dengan usia anak dan dukungan dari lingkungannya.

"Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat memengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa, seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular," ujar Bernie.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA