Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Israel Perlonggar Aturan Perjalanan ke Turki, Elite Negara Zionis Itu Berterima Kasih

Rabu 29 Jun 2022 06:23 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Kota Istanbul Turki. Para elite Israel apresiasi langkah Turki gagalkan serangan Iran terhadap warganya di Istanbul.

Ilustrasi Kota Istanbul Turki. Para elite Israel apresiasi langkah Turki gagalkan serangan Iran terhadap warganya di Istanbul.

Foto: AP
Para elite Israel apresiasi langkah Turki gagalkan serangan Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV–Dewan Keamanan Israel memperlonggar aturan perjalanan ke Istanbul dari tingkat larangan tertingg.

Hal ini setelah pernyataan dari Pemerintah Turki plot pembunuhan Iran yang menargetkan warga Israel di kota itu telah digagalkan. Pasukan Turki disebut telah memberikan keamanan yang baik atas masalah ini. 

Baca Juga

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pasukan keamanan kami bersama dengan pasukan keamanan Turki, yang selama beberapa bulan dan pekan terakhir bertindak untuk mencegah serangan terhadap Israel di Istanbul dan Turki," kata Perdana Menteri Naftali Bennett dalam sebuah pernyataan dilansir dari Al Arabiya, Selasa (28/6/2022). 

Israel pada 13 Juni telah mendesak warganya untuk segera meninggalkan Istanbul karena bahaya nyata dan langsung yang datang dari operasi Iran sehingga otoritas pendudukan itu meningkatkan peringatan perjalanan di kota Turki menjadi empat dalam skala empat poin. 

Sejumlah laporan memberikan rincian agen Iran yang bersiap untuk menargetkan turis Israel, dan Turki menahan orang-orang yang terlibat dalam plot. 

Pada Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengunjungi Ankara, berterima kasih kepada Turki atas aktivitas profesional dan terkoordinasi dalam mencegah serangan.

Sementara Iran menolak tuduhan Israel sebagai "konyol". Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan mereka adalah "bagian dari plot yang telah dirancang sebelumnya untuk menghancurkan hubungan antara kedua negara Muslim." 

Iran dan Israel telah terlibat dalam perang bayangan selama bertahun-tahun, tetapi ketegangan meningkat menyusul serangkaian insiden tingkat tinggi yang dituduhkan Iran dilakukan oleh Israel. 

“Tindakan kami berhasil dan melindungi kehidupan manusia, kami secara bertahap kembali ke rutinitas,” kata Bennett, berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rakyatnya atas kerja sama mereka dalam menggagalkan serangan terhadap Israel di Turki.  

Dewan Keamanan Nasional Israel memperingatkan "motivasi Iran masih tinggi". Diperkirakan juga bahwa masih ada upaya untuk membangun infrastruktur dan "menemukan potensi target Israel dan Yahudi", menyerukan Israel untuk tetap "menghindari perjalanan yang tidak penting ke Turki."

Hubungan Turki dengan Israel telah membaik setelah bertahun-tahun ketegangan dan pariwisata merupakan pusat hubungan ekonomi kedua negara.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA