Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Tak Perlu Khawatir PMK, Qurban DQ Berupa Kornet

Selasa 28 Jun 2022 11:13 WIB

Red: Agung Sasongko

Program Qurban Kornet Dd

Program Qurban Kornet Dd

Foto: istimewa
Qurban dikalengkan berupa kornet ini sangat aman karena melalui proses sterilisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin. Jika tahun lalu isu yang berkembang adalah pandemi Covid 19, alhamdulillah tahun ini sudah menurun. Namun, ada wabah penyakit untuk hewan yang terkenal dengan PMK (penyakit mulut dan kuku). Dengan adanya penyakit yang mewabah ke hewan sapi maupun kambing ini, maka DQ juga mengajak donatur masyarakat yang ingin berqurban di DQ melalui program qurban kemasan kaleng yang diolah menjadi kornet.

Agung Fitriyanto, Manajer Program DQ menjelaskan, “ Proses penyembelihan hewan qurban dilakukan pada hari Idul Adha dan Hari Tasyrik, serta tata cara penyembelihannya benar sesuai syariat, maka jangan ragu dengan program Qurban Kornet ini. Qurban dikalengkan berupa kornet ini sangat aman karena melalui proses sterilisasi daging qurban mulai dari pembekuan daging, kemudian dilakukan pemanasan sampai suhu tertentu sehingga kuman, bakteri maupun virus mati, ini sangat praktis dan dijamin higienis jika daging qurban diolah menjadi kornet, ini menjadi nilai tambah. Hewan qurban sapi yang akan dikalengkan ini tentu sudah melalui proses cek kesehatan dokter hewan yang telah ditunjuk oleh pihak yang akan mengelola daging qurban menjadi kornet.”

Baca Juga

Yang jelas daging olahan kornet ini kemanfaatannya sepanjang tahun, bahkan bisa dibawa dengan mudah untuk dikonsumsi oleh kaum dhuafa di mana saja berada, ini praktis mudah dibawa ke daerah-daerah pelosok, juga sangat tepat ketika terjadi bencana, para korban bisa kita bantu dengan ketahanan pangan berupa kornet ini.

Hal ini sebenarnya bukan hal yang baru. Pada zaman Rasulullah SAW dulu sudah ada yang mengolah daging agar tahan lama melalui dendeng. Inilah yang dijelaskan para ulama bahwa hari tasyrik berasal dari kata syaraqa, yang berarti “terbit” yang dikonotasikan dan identik dengan matahari. Imam An-Nawawi menjelaskan, “Hari-hari tasyriq yaitu tiga hari setelah hari raya qurban. Dinamakan demikian, karena ketika itu orang-orang menjemur daging-daging qurban, membuatnya menjadi dendeng, lalu mendistribusikannya.” 

Jika dulu daging qurban dibuat dendeng, saat ini kita bisa menjadikannya daging kemasan kaleng yang tentu pengolahannya lebih baik dan kualitasnya lebih terjaga.

Pengemasan daging qurban dalam kaleng merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban dalam rangka menjamin agar daging qurban lebih awet dan memiliki daya tahan yang lebih lama. Keuntungan lain dari daging qurban dikornetkan adalah daging tersebut dapat mencapai masyarakat dan tempat yang lebih luas lagi, bahkan sampai daerah-daerah pelosok yang sulit dijangkau atau daerah-daerah bencana. 

Dijelaskan pada hadits Salamah bin al-Akwa, berkata: "Nabi SAW bersabda, 'Siapa yang menyembelih qurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit'. Tahun berikutnya orang-orang bertanya: 'Ya Rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?' Nabi saw menjawab, 'Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka'.”

Jadi mari kita berqurban lewat DQ dengan program yang istimewa ini. Insya Allah kemanfaatannya sangat luar biasa untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan dimana saja berada.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA