Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Vaksinasi PMK Kota Bandung Difokuskan ke Tiga Kecamatan

Senin 27 Jun 2022 17:55 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Gita Amanda

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) ke hewan ternak sapi di Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (27/6/2022). Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan 200 dosis vaksin penyakit mulut kuku (PMK) dari kebutuhan 10.000 dosis guna mengantisipasi serta mengendalikan penyebaran PMK di Kota Bandung. Foto: Republika/Abdan Syakura

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) ke hewan ternak sapi di Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (27/6/2022). Pemerintah Kota Bandung menerima bantuan 200 dosis vaksin penyakit mulut kuku (PMK) dari kebutuhan 10.000 dosis guna mengantisipasi serta mengendalikan penyebaran PMK di Kota Bandung. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pemkot Bandung melakukan vaksinasi perdana setelah menerima 200 dosis vaksin PMK

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan vaksinasi perdana setelah menerima 200 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang menurut arahan akan diprioritaskan untuk sapi perah dan sapi yang memiliki rentang usia panjang seperti sapi indukan dan sapi bibit. Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, 66 dosis vaksin PMK telah disuntikkan dalam kegiatan vaksinasi PMK pertama di Kota Bandung ini, diberikan kepada sapi di peternakan kawasan Babakan Ciparay, tempat yang pertama kali terkonfirmasi penularan PMK di Kota Bandung.

"Hari ini kita mulai melakukan proses vaksinasi kepada hewan ternak yang ada di Kota Bandung, kita mendapat jatah 200 vaksin dan ditempat ini 66 sapi yang diberikan vaksin," ujar Yana Mulyana, Senin (27/6/2022).

Baca Juga

"Kalau untuk sapi kurban itu diperiksa dan nanti kalau dinyatakan sehat itu diberi barcode. Di barcode itu nanti dengan aplikasi e-selamat, jadi nggak bisa ditukar-tukar karena ada foto sapinya, pemiliknya, ada histori, dari si sapinya dari mana," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyebut, 134 dosis vaksin lainya akan diprioritaskan untuk dua kecamatan lain yang terkonfirmasi ada penularan PMK, yaitu Kecamatan Cibiru dan Bandung Kulon. "Besok atau Rabu kita akan melanjutkan di dua kecamatan yang tertular yaitu Cibiru dan Bandung Kulon dengan 134 dosis yang akan dimanfaatkan," ujarnya.

"Jadi kalau untuk sapi potong terduga itu ada 233, kemudian yang tertularnya ada 108. Dari situ 1 mati, 2 di potong bersyarat 104 ekor sudah sembuh," katanya.

Meski begitu, Gin Gin mengklaim bahwa kondisi penularan PMK di Kota Bandung relatif terkendali. Meski begitu dia menegaskan bahwa stok vaksin yang diberikan untuk Kota bandung masih kurang. Mengingat, keseluruhan sapi yang ada di Kota Bandung mencapai 2.000-3.000 ekor.

"Sebetulnya masih kurang, 200 dosis vaksin dan peruntukannya sudah ditentukan oleh pusat jadi diprioritaskan untuk sapi perah kemudian sapi bibit dan sapi indukan jadi sapi sapi yang masih punya umur panjang," ungkapnya.

"Kota Bandung untuk sapi perah sebetulnya tidak terlalu banyak kita 17 ekor sapi perah dan semua terkena PMK, jadi itu tidak bisa divaksin," ungkapnya.

Sementara itu, Manager CV Konitas Mandiri Satwa H Ojon menghaturkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung atas vaksinasi yang sudah diberikan kepada sapi-sapinya. Dia juga memastikan, sapi-sapi yang ada di kandang ini dalam keadaan sehat, walau pernah terpapar PMK. Ojon mengungkapkan, terdapat 10 ekor sapi yang sempat terpapar PMK. Namun, dalam dua pekan, sapi-sapi tersebut sudah dinyatakan sembuh.

“Hanya 10, tapi semua sudah sembuh. Faktornya banyak, bisa dari interaksi dengan manusia, sapi lagi, atau kendaraan. Tapi itu sudah sembuh semua,” ucapnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA