Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Biden Desak Pemimpin G7 Bersatu Targetkan Emas dan Minyak Rusia

Senin 27 Jun 2022 10:19 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Dari kiri, Presiden Emmanuel Macron, Presiden AS Joe Biden, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pergi setelah berpose untuk foto bersama, selama KTT G7, di Castle Elmau di Kruen, dekat Garmisch-Partenkirchen, Jerman , Ahad, 26 Juni 2022.

Dari kiri, Presiden Emmanuel Macron, Presiden AS Joe Biden, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pergi setelah berpose untuk foto bersama, selama KTT G7, di Castle Elmau di Kruen, dekat Garmisch-Partenkirchen, Jerman , Ahad, 26 Juni 2022.

Foto: Brendan Smialowski/Pool via AP
Inggris, AS, Jepang, dan Kanada menyetujui larangan impor emas baru Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, SCHLOSS ELMAU -- Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada sekutu pada Ahad (26/6/2022), mereka harus tetap bersatu melawan Rusia. Hal itu ia sampaikan ketika para pemimpin G7 berkumpul untuk pertemuan puncak yang didominasi oleh perang di Ukraina dan dampaknya terhadap pasokan makanan dan energi serta ekonomi global.

Pada awal pertemuan di Pegunungan Alpen Bavaria, empat dari negara-negara kaya Kelompok Tujuh bergerak untuk melarang impor emas Rusia guna memperketat sanksi yang menekan Moskow dan memotong sarananya untuk membiayai invasi ke Ukraina. Tetapi tidak jelas apakah ada konsensus G7 mengenai rencana tersebut, dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan masalah itu perlu ditangani dengan hati-hati dan didiskusikan lebih lanjut.

Baca Juga

Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Kanada menyetujui larangan impor emas baru Rusia, kata pemerintah Inggris, Ahad. Inggris mengatakan larangan itu ditujukan untuk orang kaya Rusia yang telah membeli safe-haven emas untuk mengurangi dampak finansial dari sanksi Barat. Ekspor emas Rusia senilai 15,5 miliar dolar AS tahun lalu.

Para pemimpin G7 di Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Italia, dan Kanada, juga melakukan pembicaraan "sangat konstruktif" tentang kemungkinan pembatasan harga minyak Rusia, kata sumber pemerintah Jerman. Seorang pejabat kepresidenan Prancis mengatakan Paris akan mendorong pembatasan harga minyak dan gas dan terbuka untuk membahas proposal AS.

Para pemimpin G7 memang menyetujui janji untuk mengumpulkan 600 miliar dolar AS dana swasta dan publik untuk negara-negara berkembang buat melawan pengaruh China yang semakin besar dan melunakkan dampak melonjaknya harga pangan dan energi. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA