Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Tokoh Hindu Kanada Dukung Pembunuhan Umat Muslim India

Ahad 26 Jun 2022 22:55 WIB

Rep: Alkhaledi kurnialam/ Red: Esthi Maharani

Massa membawa poster saat berunjuk rasa menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh politisi India Nupur Sharma

Massa membawa poster saat berunjuk rasa menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh politisi India Nupur Sharma

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Tokoh Hindu Kanada, Ron Banerjee mendukung pembunuhan muslim di India

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA – Seorang tokoh Hindu Kanada secara terbuka mendukung pembunuhan umat Muslim dan Syiah di India. Dia bahkan menyebut umat Muslim dan komunitas Syiah sebagai orang-orang yang pantas mati.

Pernyataan itu diungkapkan Direktur Advokasi Hindu Kanada (CHA), Ron Banerjee dalam sebuah video di saluran YouTube 'Beat of the North'. Dalam video itu, sebenarnya Banarjee ditanya tentang pandangan mereka atas Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Tetapi Banerjee justru mengambil kesempatan untuk membuat komentar kebencian tentang Muslim dan Syiah.

"Saya mendukung pembunuhan Muslim dan Sikh di Republik India karena mereka pantas mati," katanya dilansir dari The New Arab, Sabtu (25/6/2022).

Video tersebut pertama kali diunggah ke YouTube pada 22 Juni, dan klip komentar Banerjee telah dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial. Ron Banerjee terkenal karena komentarnya yang rasis, berapi-api, dan anti-Muslim.  Dalam video tersebut, dia mencerca Trudeau dan mengatakan dia berharap Perdana Menteri India Narendra Modi, yang dikenal dengan kebijakan anti-Muslim sayap kanannya, dapat memimpin Kanada.

Di masa lalu, Banerjee telah memprotes akomodasi keagamaan Muslim di sekolah, dan sering melakukan aksi unjuk rasa dan acara bersama dengan kelompok anti-Muslim dan anti-Syiah lainnya di seluruh Kanada.

Banerjee menyebut Muslim sebagai 'ancaman' dan menyatakan dukungannya untuk politisi Belanda anti-Muslim Geert Wilders.  Pada tahun 2010, ia mengklaim bahwa peradaban Islam telah menemukan dan berkontribusi lebih sedikit untuk kemajuan manusia daripada sekawanan keledai.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA