Senin 27 Jun 2022 00:20 WIB

Buah Ini Bantu Turunkan Kolesterol Jahat, Cocok Disertakan untuk Menu Sarapan

Kolesterol jahat bisa terkumpul di dinding pembuluh darah.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Makanan sehat (ilustrasi). Batasi penggunaan garam dalam makanan. Mengelola asupan garam bisa menekan risiko darah tinggi, penyebab utama strok. Menambahkan alpukat ke menu makanan sarapan bermanfaat untuk membantu menurunkan kolesterol.
Foto: www.freepik.com
Makanan sehat (ilustrasi). Batasi penggunaan garam dalam makanan. Mengelola asupan garam bisa menekan risiko darah tinggi, penyebab utama strok. Menambahkan alpukat ke menu makanan sarapan bermanfaat untuk membantu menurunkan kolesterol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kolesterol low-density lipoprotein (LDL) dikenal pula sebagai kolesterol "jahat" karena dapat berkumpul di dinding pembuluh darah dan meningkatkan beragam risiko masalah kesehatan, termasuk serangan jantung dan strok. Konsumsi buah alpukat setiap hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ini pada orang yang gemuk atau obesitas.

"Orang-orang perlu mempertimbangkan menambahkan alpukat ke dalam pola makan mereka dengan cara yang sehat, seperti pada roti panggang gandum utuh atau sebagai saus celup," jelas profesor di bidang gizi Penny Kris-Etherton, seperti dilansir Express, Sabtu (26/6/2022).

Baca Juga

Prof Kris-Etherton mengungkapkan bahwa ada banyak studi yang menunjukkan bahwa oksidasi merupakan hal yang mendasari banyak masalah kesehatan, seperti kanker dan penyakit jantung. Di sisi lain, partikel LDL yang teroksidasi akan mendorong terjadinya serangkaian reaksi yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis.

"Di mana plak menumpuk di dinding arteri," kata Prof Kris-Etherton.

Mengingat oksidasi bukanlah hal yang baik untuk tubuh, Prof Kris-Etherton menganjurkan orang-orang untuk melindungi tubuh masing-masing dengan mengonsumsi makanan yang dapat membantu. Salah satu dari makanan tersebut adalah alpukat.

Khasiat alpukat ini disoroti dalam sebuah studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Nutrition. Studi ini melibatkan 45 orang yang gemuk atau obesitas pada rentang usia 21-70 tahun.

Selama studi berlangsung, para partisipan diminta untuk mengikuti sebuah diet atau pengaturan pola makan yang dirancang menyerupai pola makan orang Amerika. Rencana makan ini diterapkan selama dua pekan.

Setelah itu, tiap partisipan diminta untuk menerapkan tiga diet berbeda secara acak selama lima pekan. Satu dari tiga diet ini merupakan diet rendah lemak dan dua lainnya merupakan diet dengan kadar lemak yang sedang. Salah satu dari diet ini mengharuskan partisipan untuk mengonsumsi satu alpukat setiap hari.

Baca juga : 4 Makanan Ini Terpapar 'Forever Chemicals' dari Kemasannya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement