Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Demi Topang Likuiditas, BI Partisipasi dalam RMBLA BIS

Ahad 26 Jun 2022 06:37 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Suasana gedung perkantoran di Jakarta. Bank Indonesia berkolaborasi dengan Bank for International Settlement (BIS) bersama bank sentral negara lain di kawasan Asia dan Pasifik. Bank menandatangani kerja sama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA), Sabtu (25/6) yang diinisiasi oleh BIS, organisasi internasional kerja sama antara bank sentral.

Suasana gedung perkantoran di Jakarta. Bank Indonesia berkolaborasi dengan Bank for International Settlement (BIS) bersama bank sentral negara lain di kawasan Asia dan Pasifik. Bank menandatangani kerja sama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA), Sabtu (25/6) yang diinisiasi oleh BIS, organisasi internasional kerja sama antara bank sentral.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Selain BI ada lima sentral bank yang ikut dalam RMBLA BIS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia berkolaborasi dengan Bank for International Settlement (BIS) bersama bank sentral negara lain di kawasan Asia dan Pasifik. Bank menandatangani kerja sama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA), Sabtu (25/6) yang diinisiasi oleh BIS, organisasi internasional kerja sama antara bank sentral.

"Kerja sama RMBLA akan menjadi salah satu penopang likuiditas yang dapat dimanfaatkan ke depan pada saat terjadi volatilitas di pasar keuangan," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan pers.

Bank terlibat diantaranya BI, Bank Negara Malaysia (BNM), Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Monetary Authority of Singapura (MAS), Central Bank of Chile, dan People's Bank of China (PBC). RMBLA dikembangkan untuk menyediakan likuiditas kepada bank sentral yang berpartisipasi dari kawasan Asia-Pasifik melalui skema reserve pool.

Setiap bank sentral yang berpartisipasi akan memberikan kontribusi minimum sebesar RMB 15 miliar atau ekuivalen dalam dolar AS, dan ditempatkan di BIS. Kerja sama ini juga semakin memperkuat kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan BIS yang diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas keuangan di kawasan.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, General Manager BIS Agustin Carstens, Gubenur Central Bank of Chile Rosanna Costa, Gubernur BNM Tan Sri Nor Shamsiah Mohd. Yunus, Chief Executive HKMA Eddie Yue, Managing Director MAS Ravi Menon, dan Gubernur PBC Yi Gang di sela-sela rangkaian sidang tahunan BIS di Basel, Swiss.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA