Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Pulang Dari Australia, Prastawa Lebih Pede Hadapi FIBA Asia 2022

Sabtu 25 Jun 2022 17:35 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Muhammad Akbar

Point guard Pelita Jaya Bakrie Andakara Prastawa Dhyaksa.

Point guard Pelita Jaya Bakrie Andakara Prastawa Dhyaksa.

Foto: IBL/Hari Purwanto
target lebih tinggi kini coba digapai yakni tembus 8 besar FIBA Asia Cup 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai mencetak sejarah meraih emas SEA Games, timnas basket putra tidak bisa istirahat banyak, untuk selanjutnya menatap FIBA Asia Cup 2022 yang digelar 12-24 Juni di Istora Senayan Jakarta.

Setelah mendarat 24 Mei 2022 di bandara Soekarno Hatta. Skuad SEA Games minus Hardianus Lakudu, plus tambahan lima pemain muda yang langsung Pelatnas dan melakulan ujicoba ke Australia.

Terbang ke Australia 8 Juni dan kembali ke tanah air 24 Juni 2022, Andakara Prastawa dkk melakoni 10 laga melawan tim divisi satu liga Australia. Secara hasil lumayan, menang tujuh kali dan kalah tiga kali.

Hasil pertandingan selama ujicoba bukan target utama. Terpenting adalah peningkatan kualitas tim maupun perorangan. Prastawa mengaku banyak mengambil pelajaran dari Australia dan lebih percaya diri menghadapi FIBA Asia Cup 2022.

Ketika dihubungi Republika.co.id, Sabtu (25/6/2022) putra dari pasangan Rastafari Horongbala dan Julisa Rastafari ini mengatakan, "Chemsitry tim jauh lebih baik, Marques Bolden semakin sering main. Derrick Michael juga semakin klop dengan tim. Kita jauh lebih solid dan kuat dibanding SEA Games."

Prastawa menambahkan, "Kalau untuk pribadi ujicoba kemarin. Mengasah skill dan mental, bagaimana menghadapi point guard yang posturnya lebih besar. Belajar ikuti Instruksi pelatih, aneka defense. Selain itu percaya diri kita meningkat hadapi FIBA Asia Cup 2022. Ujicoba yang bagus banget kemarin di Australia."

Setelah emas SEA Games, target lebih tinggi kini coba digapai yakni tembus 8 besar FIBA Asia Cup 2022. Ini sebagai persyaratan Indonesia lolos FIBA World Cup 2023. Bukan hanya sekedar jadi tuan rumah saja.

Namun sebelum tampil di FIBA Asia, tim asuhan Milos Pejic dan Rajko Toraman ini terlebih dahulu akan tanding di kualifikasi FIBA World Cup 2023 window tiga. Melawan Arab Saudi (1/7/2022) dan melawan Jordani (4/7/2022).

Jalur kualifikasi FIBA World Cup 2023 sudah tertutup bagi Indonesia. Pasalnya sudah menelan empat kekalahan dengan selisih angka cukup besar.

Jadi window tiga nanti sepertinya akan hanya dijadikan untuk mempelajari permainan lawan. Karena Arab Saudi dan Jordania juga akan menjadi lawan Indonesia di FIBA Asia Cup 2022. Di ajang inilah target utama timnas basket Indonesia, wajib menang dari dua tim tersebut. Jika ingin lolos ke FIBA World Cup 2023.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA