Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Perusahaan Kripto AS Jadi Korban Peretasan, Kerugian Mencapai Rp 1,484 Triliun

Sabtu 25 Jun 2022 08:55 WIB

Red: Nidia Zuraya

Uang kripto (ilustrasi)

Uang kripto (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Peretas mencuri sejumlah uang kripto yang berbeda dari perusahaan kripto AS, Harmony.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perusahaan kripto AS Harmony mengatakan pada Jumat (24/6/2022) bahwa pencuri telah mencuri sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,484 triliun (kurs Rp 14.848 per dolar AS) koin digital dari salah satu produk utamanya, yang terbaru dalam serangkaian perampokan dunia maya di sektor yang telah lama ditargetkan oleh peretas. Harmony mengembangkan blockchain untuk apa yang disebut keuangan terdesentralisasi - situs peer-to-peer yang menawarkan pinjaman dan layanan lain tanpa penjaga gerbang tradisional seperti bank - dan token yang tidak dapat dipertukarkan.

Perusahaan yang berbasis di California itu mengatakan pencurian itu mengenai "jembatan" Horizon-nya, alat untuk mentransfer kripto antara berbagai blockchain - perangkat lunak dasar yang digunakan oleh token digital seperti bitcoin dan ether. Pencurian telah lama menjangkiti perusahaan-perusahaan di sektor kripto, dengan blockchain semakin ditargetkan. 

Baca Juga

Lebih dari 1 miliar dolar AS telah dicuri dari blockchain sejauh ini pada tahun 2022, menurut perusahaan analitik blockchain Elliptic yang berbasis di London.Harmony mencuit bahwa mereka "bekerja dengan otoritas nasional dan spesialis forensik untuk mengidentifikasi pelakunya dan mengambil kembali dana yang dicuri", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam sebuah pernyataan, Harmony menambahkan bahwa mereka memiliki tim global bekerja sepanjang waktu untuk mengatasi masalah ini."Kami saat ini sedang mempersempit potensi vektor serangan sambil bekerja untuk mengidentifikasi pelakunya," kata seorang juru bicara, menambahkan bahwa Harmony telah mencoba menghubungi peretas melalui transaksi ke alamat dompet kripto mereka.

Elliptic, yang melacak data blockchain yang terlihat secara publik, mengatakan para peretas mencuri sejumlah uang kripto yang berbeda dari Harmony, termasuk ether, Tether, dan USD Coin, yang kemudian mereka tukarkan dengan ether menggunakan apa yang disebut bursa terdesentralisasi.

Pada Maret, peretas mencuri uang kripto senilai sekitar 615 juta dolar AS dari Ronin Bridge, yang digunakan untuk mentransfer kripto masuk dan keluar dari game Axie Infinity. Amerika Serikat mengaitkan peretas Korea Utara dengan pencurian itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA