Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Kemenkes: Kasus Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia

Jumat 24 Jun 2022 21:59 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nora Azizah

Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox atau cacar monyet di Indonesia.

Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox atau cacar monyet di Indonesia.

Foto: Pixabay
Dari sembilan kasus dugaan, tidak satupun mengarah ke cacar monyet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril menegaskan, sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox atau cacar monyet di Indonesia. Dari 9 kasus dugaan cacar monyet, tidak ada satupun yang menunjukan positif monkeypox.

"Untuk saat ini kasus monkeypox belum ada cuma kemarin pernah ada dugaan. Jadi ada 9 kasus yang dicurigai, tetapi semuanya bukan cacar monyet," kata Syahril dalam Konferensi Pers secara daring, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga

Syahril menuturkan saat ini ada 2 laboratorium yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendeteksi dini monkeypox. Pertama, di Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.

Syahril menjelaskan, Monkeypox bisa menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. “Kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia,” katanya.

Penularan dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan. Selain itu juga penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Kalau kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadi droplet.

“Ini juga bisa menjadi sumber penularan dan juga ada penularan dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya,” ucap dr. Syahril.

Masa inkubasi monkeypox 5 sampai 13 hari atau 5 sampai 21 hari. Ada dua periode, pertama masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian diketiak, atau selangkangan.

Kedua, masa erupsi, terjadi 1 sampai 3 hari pasca demam, terjadi ruam pada kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

“Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat. Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya sekitar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit,” ucap dr. Syahril.

Sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh monkeypox di negara-negara yang sudah melaporkan. "Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,” tuturnya.

Yang perlu diperhatikan, lanjut dr. Syahril adalah adanya komplikasi yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA