Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Biasakan Ucapkan Salam dalam Pembicaraan Telepon, Ini Alasannya

Jumat 24 Jun 2022 17:43 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Telepon seluler/ponsel jadul (ilustrasi). Membaca salam dalam pembicaraan telepon adalah sunnah yang terlupakan

Telepon seluler/ponsel jadul (ilustrasi). Membaca salam dalam pembicaraan telepon adalah sunnah yang terlupakan

Foto: Women and Home
Membaca salam dalam pembicaraan telepon adalah sunnah yang terlupakan

REPUBLIKA.CO.ID, – Seseorang yang hendak menghubungi orang lain, atau mengangkat panggilan telepon hendaknya memulai dengan ucapan salam. 

Dikutip dari buku Sunnah-sunnah yang Telah Ditinggalkan karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, Orang yang menghubungi lewat telephon ibaratnya seperti orang yang datang bertamu dan meminta izin masuk. Maka hendaklah dia memulai dengan ucapan salam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

Baca Juga

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat." (QS An Nur ayat 27).  

 أَنَّ كَلَدَةَ بْنَ حَنْبَلٍ أَخْبَرَهُ ، أَنَّ صَفْوَانَ بْنَ أُمَيَّةَ بَعَثَهُ بِلَبَنٍ وَلِبَأٍ وَضَغَابِيسَ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَعْلَى الْوَادِي،

قَالَ : فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ وَلَمْ أُسَلِّمْ، وَلَمْ أَسْتَأْذِنْ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ : ” ارْجِعْ فَقُلِ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ، أَأَدْخُلُ ؟ ” وَذَلِكَ بَعْدَمَا أَسْلَمَ صَفْوَانُ،

Kaladah bin Hanbal memberitakan bahwa suatu ketika Shofwan bin Umayyah mengutusnya untuk menyuguhkan susu, anggur muda, mentimun kecil kepada Nabi ﷺ sedangkan saat itu beliau berada di dataran tinggi dari sebuah lembah. Kaladah berkata: Kemudian aku masuk menemui beliau dan belum mengucapkan salam dan belum izin untuk masuk. Kemudian Nabi ﷺ bersabda: “Kembalilah kemudian ucapkan (السَّلَامُ عَلَيْكُم) bolehkah aku masuk?” Peristiwa ini terjadi setelah Islamnya Shofwan bin Umayyah. (HR Ahmad dan Abu Daud)

Sementara itu, Syekh Abdullah Ju'aitsan dalam bukunya yang berjudul Meneladani Nabi dalam Sehari menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan memberikan salam. Syekh Abdullah mengutip sejumlah hadits tentang keutamaan-keutamaan memberikan salam tersebut. Di antaranya: 

  إنَّ أوْلىَ النِّاس باللهِ مَنْ بَدأهم بالسَّلاَم "Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam." (HR Abu Dawud).   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA