Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

PBB Upayakan Beri Bantuan untuk Korban Gempa Afghanistan

Kamis 23 Jun 2022 06:04 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih

 Dalam foto yang dirilis oleh kantor berita pemerintah Bakhtar ini, warga Afghanistan melihat kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di provinsi Paktika, Afghanistan timur, Rabu, 22 Juni 2022.

Dalam foto yang dirilis oleh kantor berita pemerintah Bakhtar ini, warga Afghanistan melihat kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi di provinsi Paktika, Afghanistan timur, Rabu, 22 Juni 2022.

Foto: Bakhtar News Agency via AP
Gempa 5,9 SR di Afghanistan menewaskan setidaknya seribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan, mereka sedang berusaha menyediakan tempat penampungan darurat, perawatan trauma, dan bantuan makanan bagi warga Afghanistan yang terdampak gempa. Cuaca ekstrem di wilayah terdampak membuat proses penyaluran bantuan mesti dipercepat.

OCHA mengungkapkan, warga Afghanistan yang tinggal di provinsi paling terdampak gempa, yakni Paktia dan Khost, menjadi prioritas untuk memperoleh bantuan. Dalam hal ini, OCHA berkoordinasi dengan otoritas Taliban.

Baca Juga

“Kebutuhan segera yang diidentifikasi termasuk perawatan trauma darurat, tempat penampungan darurat dan barang-barang non-makanan, bantuan makanan dan dukungan air, sanitasi, serta kebersihan. Mengingat hujan lebat dan dingin yang tidak sesuai musim, tempat penampungan darurat adalah prioritas utama,” kata OCHA dalam buletin perdananya yang dirilis pada Rabu (22/6), dikutip laman Al Arabiya.

OCHA mengungkapkan, kantor manajemen bencana dan urusan kemanusiaan Taliban telah mengirimkan makanan serta tenda darurat ke sejumlah keluarga yang tinggal di tempat terbuka. Namun bantuan lebih lanjut diperlukan.

Menurut OCHA, kementerian pertahanan Afghanistan juga telah mengirim lima helikopter ke provinsi Paktika untuk memfasilitasi evakuasi medis. Tim medis pun telah dikirim ke distrik Gayan.

“Meskipun upaya pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung, hujan lebat dan angin menghambat upaya dengan helikopter yang dilaporkan tidak dapat mendarat sore ini,” kata OCHA.

OCHA mengatakan, hingga 1.800 rumah di Gayan dilaporkan hancur dan rusak akibat gempa. Jumlah itu mewakili 70 persen dari jumlah perumahan di daerah tersebut. Sejauh ini, gempa berkekuatan 5,9 skala richter yang mengguncang Afghanistan pada Rabu pagi telah menewaskan sedikitnya 1.000 orang. Menurut OCHA, jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah.

“Jumlah korban diperkirakan akan meningkat karena operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. Tim pencarian dan penyelamatan kemanusiaan siap dikerahkan sesuai kebutuhan,” kata OCHA.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA