Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Empat Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Sakit Jantung

Selasa 21 Jun 2022 15:17 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Menghindari makanan tertentu bisa hindari risiko terkena sakit jantung.

Menghindari makanan tertentu bisa hindari risiko terkena sakit jantung.

Foto: www.freepik.com.
Menghindari makanan tertentu bisa hindari risiko terkena sakit jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Trimethylamine N-oxide (TMAO) adalah senyawa beracun yang dihasilkan interaksi antara makanan tertentu dan mikroba usus selama pencernaan. “TMAO tidak ada dalam makanan,” kata ahli gastroenterologi di Mayo Clinic, Purna Kashyap, dilansir Best Life, Selasa (21/6/2022).

Namun, ketika Anda makan makanan tertentu, maka mikroba usus mengubahnya menjadi trimetilamina, yang kemudian diubah oleh hati menjadi TMAO. Seiring waktu, TMAO terakumulasi dalam darah Anda, sehingga meningkatkan risiko aterosklerosis (penumpukan plak di arteri) dan membuat lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular, serangan jantung, dan strok.

Baca Juga

Menurut Harvard Medical School, orang dengan kadar TMAO tinggi memiliki risiko dua kali lipat mengalami serangan jantung, strok, atau masalah jantung lainnya. Untuk menurunkan level TMAO, Kashyap merekomendasikan mengikuti diet kaya serat dan mengonsumsi banyak minyak zaitun, yang mengandung salah satu penghambat enzim yang diperlukan untuk membuat TMAO. Menghindari makanan tertentu juga akan membantu. 

Berikut empat makanan yang menempatkan Anda pada risiko tertinggi sakit jantung.

 

1. Daging Merah

Meskipun ada berbagai pandangan tentang seberapa sehat atau tidak sehatnya daging merah bagi, penelitian tertentu mengaitkannya dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis. Meskipun Anda mungkin pernah mendengar bahwa lemak jenuh dalam daging merah adalah yang meningkatkan risiko penyakit jantung, semakin banyak bukti menunjukkan TMAO yang dihasilkan dari mencerna daging merah itu meningkatkan kerentanan terhadap penyakit jantung dan kematian dini.

"Daging merah adalah (makanan) yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan kadar TMAO. Peningkatan kadar TMAO dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan strok, dan juga terkait dengan penyakit ginjal kronis,” ujar Kashyap.

Menurut Komite Dokter untuk Pengobatan yang Bertanggung Jawab, pertimbangkan untuk menukar daging merah dengan protein nabati yang menyehatkan jantung, seperti tahu atau lentil. Protein nabati padat nutrisi dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

 

2. Ikan Air Asin

Selain daging merah, ikan air asin (seperti salmon, tuna, dan cod) dapat menyebabkan konsentrasi TMAO yang tinggi dalam darah. Ikan air asin adalah sumber yang kaya kolin, lesitin, dan karnitin, yang meningkatkan TMAO dalam darah. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada Februari 2022, ikan air asin memiliki konsentrasi TMAO yang tinggi di otot mereka, untuk membantu melindungi dari faktor lingkungan eksternal, seperti tekanan air dan suhu dingin.

Untuk penelitian ini, peneliti meminta 50 peserta mengonsumsi berbagai spesies ikan air asin selama lima minggu sambil mengambil sampel darah setiap minggu. Temuan menyimpulkan bahwa jenis ikan dan makanan laut tertentu mengandung tingkat TMAO yang tinggi dan dapat menyebabkan peningkatan sementara tingkat TMAO pada beberapa individu.

 

3. Telur

Telur sering disebut-sebut karena manfaat kesehatannya, tetapi makan terlalu banyak bisa berarti masalah bagi jantung. Menurut sebuah studi 2014 yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, makan dua atau lebih telur per hari secara signifikan meningkatkan kadar TMAO dalam darah dan urin. 

Kuning telur kaya kolin yaitu 115 miligram per porsi (sekitar 25 persen dari kebutuhan harian Anda). Jika makan dua butir telur saat sarapan, maka itu memberi lebih dari setengah jumlah kolin harian yang direkomendasikan. Jika ingin melindungi jantung tetapi tidak dapat membayangkan sarapan tanpa telur, ada banyak produk telur nabati tanpa konsekuensi kesehatan.

 

4. Produk Susu

Sebanyak 68 persen populasi global tidak toleran laktosa. Banyak orang mempertanyakan apakah produk susu baik untuk mereka seperti yang dipikirkan sebelumnya? Terlebih lagi, sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa diet tinggi susu dikaitkan dengan peningkatan kadar TMAO dan peradangan. Jika sering menikmati susu hewani, keju, yogurt, dan produk susu lainnya, maka Anda mungkin ingin memeriksakan kadar TMAO. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA