Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

150 Hewan Ternak di Kota Bandung Terinfeksi PMK

Selasa 21 Jun 2022 14:04 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini

Dokter hewan memasang eartag (penanda) pada hewan ternak sapi yang telah disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Senin (20/6/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada pekan pertama dapat melaksanakan vaksinasi PMK bagi 2.000 hewan ternak di seluruh Jawa Barat dan lima kawasan sentral sapi seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Kuningan dan Sumedang. Foto: Republika/Abdan Syakura

Dokter hewan memasang eartag (penanda) pada hewan ternak sapi yang telah disuntik vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Senin (20/6/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pada pekan pertama dapat melaksanakan vaksinasi PMK bagi 2.000 hewan ternak di seluruh Jawa Barat dan lima kawasan sentral sapi seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Kuningan dan Sumedang. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Hewan ternak yang terkena PMK di Kota Bandung terus bertambah

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Bandung menyebut jumlah hewan ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) terus bertambah. Sedangkan vaksinasi untuk hewan ternak yang diharapkan masih belum diterima.

Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan kegiatan vaksinasi untuk hewan ternak di Kota Bandung belum dapat dilaksanakan sebab masih menunggu kuota vaksin. Total 1.500 dosis vaksin yang dibagikan ke Jawa Barat sementara ini hanya untuk wilayah yang memiliki sentra sapi perah.

Baca Juga

"Vaksin untuk Kota Bandung belum ada," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2022).

Ia mengungkapkan hewan ternak yang terkena PMK di Kota Bandung terus bertambah. Gin Gin mengatakan total hewan ternak yang tertular PMK sebanyak 150 ekor, terduga terpapar sebanyak 331 ekor dan bebas PMK sebanyak 460 ekor. Selain itu hewan ternak yang mati satu ekor dan dipotong bersyarat dua ekor serta yang sembuh 104 ekor.

Di tengah vaksin yang belum ada, ia mengatakan terus melakukan isolasi dan karantina terhadap hewan ternak yang terkena PMK. Selain itu, melakukan pengobatan untuk mengembalikan kesehatan dan vitalitas hewan ternak.

"Kaki yang sakit diobati sampai bisa berdiri mulut diobati," katanya. Terkait vaksinasi sendiri pihaknya mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman dosis vaksin kedua sebanyak 800 ribu dosis.

"Sebanyak 800 ribu dosis cuma gak tahu apa Jabar atau Bandung diberikan atau nggak," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan qurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah/2022 Masehi. Ridwan Kamil atau Kang Emil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal, salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

"Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Idul Adha bulan depan, jangan khawatir," kata Kang Emil usai meninjau vaksinasi PMK pada sapi di Desa Cilembu, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (20/6/2022).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA