Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Covid-19 Terkendali karena Vaksinasi, Epidemiolog: Segera Vaksinasi Anak-Anak

Kamis 16 Jun 2022 18:41 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Nora Azizah

Epidemiolog sebut segera kejar vaksinasi Covid-19 kelompok anak 12-17 tahun.

Epidemiolog sebut segera kejar vaksinasi Covid-19 kelompok anak 12-17 tahun.

Foto: Antara/Arnas Padda
Epidemiolog sebut segera kejar vaksinasi Covid-19 kelompok anak 12-17 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengingatkan, anak-anak Indonesia masih bisa tertular Covid-19. Kelompok usia 12 hingga 17 tahun diharapkan segera mendapatkan vaksin Covid-19 karena terbukti bisa melindungi dari keparahan kasus.

"Kalau sudah ada proteksinya, kenapa tidak dimanfaatkan vaksinasinya. Karena kalau sudah terpapar, kemudian yang rugi adalah diri sendiri dan akhirnya menderita," ujar Dicky, Kamis (16/6/2022).

Baca Juga

Ia mengingatkan, kasus Covid-19 di Indonesia kini terkendali karena cakupan vaksinasi yang terus dikejar. Jadi, ia meminta orang tua melakukan proteksi buah hatinya dari Covid-19 melalui vaksinasi.

"Vaksin bukan hanya melindungi dari Covid-19 melainkan juga dampak ikutan lanjutan Covid-19," ujarnya.

Ia menyontohkan pemerintah Australia bahkan memberikan rekomendasi anak-anak usia 12 tahun ke atas untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19 penguat (booster), terutama untuk menghadapi ancaman BA.4 dan BA.5 selama libur sekolah. Kemudian pemerintah Australia sedang menggencarkannya.

Namun, ia menyadari kondisinya tentu berbeda dengan Indonesia karena kondisinya penduduknya yang lebih banyak. Sebenarnya, Dicky mengapresiasi pandemi Covid-19 di Indonesia kini memang terkendali dibandingkan saat awal pandemi 2 tahun lalu. Akhirnya, Indonesia melakukan pelonggaran penggunaan masker di luar ruangan sebagai indikator situasi makin membaik. 

"Namun, masyarakat secara common sense melihat pelonggaran masker berarti kondisi aman. Itu secara psikologis," katanya.

Ketika ditetapkan kebijakan pelonggaran masker, ia melihat ada masyarakat Indonesia yang menganggap pandemi sudah selesai. Padahal, Dicly menegaskan faktanya belum sama sekali, status pandemi belum dicabut. Ia meminta masyarakat seharusnya memahami pelonggaran masker karena kasus melandai maka artinya diri sendirilah yang bertanggung jawab. 

"Makanya perlu diingatkan bahwa di masa transisi ini ada pergeseran tanggung jawab yang tadinya ada di pemerintah kemudian ke individu," ujarnya.

Seiring dengan pelonggaran masker dan anggapan kondisi sudah aman, ia juga meminta otoritas harus mengejar cakupan vaksinasi Covid-19. Sebab, vaksin bisa menekan kasus Covid-19.  Selain itu, Dicky juga meminta ada perbaikan komunikasi risiko

"Ini yang harus diperbaiki saat ini," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA