Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Kesaksian dari Desa KKN Penari Sebenarnya, Sangat Berbeda dari Film

Sabtu 11 Jun 2022 10:24 WIB

Rep: viva.co.id/ Red: viva.co.id

Aulia Sarah dalam Film KKN di Desa Penari

Aulia Sarah dalam Film KKN di Desa Penari

Kesaksian dari Desa KKN Penari Sebenarnya, Sangat Berbeda dari Film

VIVA – Desa KKN di Film horror tersebut akhirnya terbongkar, selama ini lokasi tersebut telah disembunyikan terungkap akhir-akhir ini.

Bagai kamu yang sudah menonton film ini, coba bandingkan dengan cerita yang disampaikan oleh warga di Desa Bayu ini. Apakah ada kemiripan atau memang inilah Desa penari tentang bagaimana kejadian pada saat KKN di Desa Penari.

VIVA melansir dari kanal Youtube Gusti Gina yang menyebutkan ada kesaksian hidup warga dari desa penari tentang kejadian saat di KKN Desa Penari.

Saksi hidup di dalam konten tayangan tersebut adalah Pak Panoto yang berasal dari Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kabubaten Banyuwangi. Dulu ditempat ini juga pernah ada mahasiswa KKNdi Desa Bayu. Sepertinya kejadian itu sama dengan kejadian di Film KKN Desa Penari.

Awal mula di Desa Bayu kedatangan mahasiswa KKN. Terdapat tempat-tempat yang terkenal di sana yaitu Rowo Bayu, sehingga semuanya pergi ke sana. Mereka keliling-keliling menikmati alam.

Setelah waktu menunjukkan sakit, akhirnya pulang. Namun, yang dua ini adalah laki-laki dan perempuan karena asik menikmati alam di wilayah utara nya Rowo Bayu sehingga tidak ikut pulang seketika itu.

Sisi Utara Rowo Bayu yang dimaksud adalah perkebunan Bayu Lor. Di sana ada perkampungan yang kosong bernama “Darungan”. Dirasa waktu sudah menunjukkan maghrib, mereka berdua pulang. Di tengah perjalanan di hampir semua orang mampir.

Mereka berdua disuguhi makanan dan minuman yang lezat-lezat, tidak selayaknya sebuah kerajaan, ada rajanya, ada dayang kanan-kiri, ada yang ngipas, ada naga-naga nya juga. Disuguhi tari-tarian, sampai lama di sana. Akhirnya pamit pulang dan diberikan bekal untuk pulang.

Mereka akhirnya membuka bekalnya, Isinya adalah kepala kera. Akhirnya pikirannya terganggu, apa yang telah diminum dan makan di sana tadi. Dari situlah akhirnya kuncinya oleh anak mahasiswa KKN Desa Penarinya di situ. Karena disuguhi tarian-tarian tadi dan halusinasi ghaib tadi.

Kayak alam nyata, ternyata alam ghaib, karena telah membuka bekalnya tadi.Akhirnya mereka kembali ke base camp dan menceritakan kepada teman-temannya. Pak Pranoto yang menceritakan ini mendapatkan cerita dari teman-temannya yang mengalami kejadian.

Kedua mahasiswa tersebut sakit panas dingin dan KKN nya belum selesai, mereka semua pulang akhirnya. Setelah 2 bulan lebih kemudian Pak Pranoto mendapat kabar, bahwa dua mahasiswa KKN ini akhirnya meninggal.

Tetapi mereka tidak mengalami kesurupan. Dan anehnya lagi, batu alam atau cindera mata dari tim KKN untuk Desa Bayu ini hilang. Cari-cari tetap tidak menemukan.

Bagaimana menurutmu kesaksian tersebut? Apakah benar adanya? Kembali ke diri kalian masing-masing.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan viva.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab viva.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA