Rabu 08 Jun 2022 09:10 WIB

Kuwait Lebih Diunggulkan, Shin tak Ingin Indonesia Kalah Sebelum Bertanding

Timnas Indonesia juga harus beradaptasi dengan cuaca panas Kuwait.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia akan memulai perjuangan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Laga perdana yang akan dihadapi skuad Garuda adalah menghadapi tim tuan rumah, Kuwait, pada babak penyisihan Grup A di Jaber al Ahmad International Stadium, Rabu (8/6) malam WIB.

Ini merupakan tantangan besar bagi tim asuhan Shin Tae-yong, mengingat di atas kertas Kuwait jauh lebih unggul daripada Indonesia. Kendati demikian, Egy Maulana Vikri dkk tidak boleh mundur sebelum berperang. Kemenangan akan sangat penting bagi Indonesia demi memperbesar kans lolos ke putaran final Piala Asia 2023.

Baca Juga

Untuk bisa lolos, timnas Indonesia harus menjadi juara grup atau setidaknya ada dalam daftar lima runner-up terbaik di babak kualifikasi ini. Tim Merah Putih akan bersaing dengan Kuwait, Yordania, dan Nepal yang tergabung dalam Grup A untuk memperebutkan tiket ke putaran final Piala Asia 2023 yang rencananya akan digelar pada 16 Juni-16 Juli 2023.

Sebelum laga perdana grup, skuad Garuda telah menggelar beberapa sesi latihan sejak tiba di Kuwait pada Sabtu (4/6). Pekerjaan pertama bagi Saddil Ramdani dkk adalah untuk beradaptasi dengan cuaca panas di sana. Saat ini, Kuwait memasuki musim panas sehingga suhu rata-rata bisa mencapai 45 derajat Celcius pada siang hari.

"Setelah melakukan perjalanan jauh kami ada recovery dan latihan ringan. Sekarang kami akan mulai menaikkan tensi karena kata Coach (Shin) kami harus adaptasi dengan cuaca di sini," kata Saddil dikutip dari kanal Youtube PSSI, Selasa (7/6).

Pemain klub Malaysia, Sabah FC, itu mengatakan, rekan-rekannya lebih fokus pada peningkatan performa tim dan mengikuti semua instruksi dan strategi yang diberikan oleh Shin demi meraih kemenangan dari Kuwait. Di sisi lain, pemain berusia 23 tahun ini punya target pribadi pada laga melawan Kuwait nanti.

"Semoga saya bisa mencetak gol, bisa menampilkan yang terbaik, bisa membantu rekan-rekan yang lain, bisa bekerja sama dengan baik, dan tentunya harus lebih bekerja keras," kata Saddil.

Sementara itu, Shin Tae-yong sempat marah-marah usai memimpin latihan. Ia tidak senang melihat ekspresi tidak bersemangat yang ditunjukkan oleh pasukannya selama latihan. Menurutnya, ini akan jauh lebih melelahkan jika harus pulang ke Indonesia tanpa hasil yang maksimal.

"Fisik memang lelah, tapi kalian harus pikir baik-baik, kita sudah jauh-jauh ke sini. Semua tim juga sama, semua akan bertanding tiga pertandingan. Lalu bagaimana kalau kita gugur? Pasti, kepala akan semakin tertunduk dan lebih capek," kata Shin, Selasa.

Mengingat rekor pertemuan melawan Kuwait, Indonesia harus mempunyai daya juang yang lebih besar. Melansir dari 11v11.com, timnas Indonesia sudah enam kali bertemu dengan Kuwait. Dua di antaranya timnas Indonesia kalah, tiga kali seri, dan sekali menang. Kemenangan tunggal timnas Indonesia atas Kuwait itu terjadi 42 tahun silam di Merdeka Tounament pada 1980.

Dengan catatan tersebut, Shin diprediksi akan menggunakan strategi bertahan dalam pertandingan nanti. Formasi 5-3-2 kerap digunakan pelatih asal Korea Selatan itu saat menghadapi lawan yang lebih kuat. Salah satunya adalah saat menahan imbang 0-0 Vietnam di Piala AFF 2020, dengan posisi penjaga gawang kemungkinan akan diberikan kepada Nadeo Argawinata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement