Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Muhammadiyah Sakit Hati Nabi Muhammad Dihina di India

Selasa 07 Jun 2022 17:25 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ani Nursalikah

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad. Muhammadiyah Sakit Hati Nabi Muhammad Dihina di India

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad. Muhammadiyah Sakit Hati Nabi Muhammad Dihina di India

Foto: Dok Muhammadiyah
Muhammadiyah minta negara Muslim mengirim surat protes atas penghinaan Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi massa (ormas) Islam Muhammadiyah mengaku sangat sakit hati ketika mendengar pernyataan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma yang menghina Nabi Muhammad SAW. Muhammadiyah meminta negara-negara Muslim protes terhadap tindakan tersebut, termasuk mengirimkan surat.

"Ya, kami sangat sakit hati dengan penghinaaan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang sangat saya hormati dan saya cintai," kata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad saat dihubungi Republika, Selasa (7/6/2022). 

Baca Juga

Menurut Dadang, negara-negara Muslim harus protes terhadap penghinaan juru bicara Partai BJP tersebut. Salah satunya caranya yaitu dengan mengrim surat resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi Islam dunia yang isinya protes keras kepada pemerintah India.

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP) Nupur Sharma menghina Nabi Muhammad SAW dan mengolok-olok Alquran dalam sebuah debat di televisi pada Mei lalu. Selama diskusi yang disiarkan di Times Now pada 26 Mei lalu, Nupur Sharma diduga mengolok-olok Alquran dengan mengatakan ‘Bumi itu datar’. Sharma bahkan mengolok Nabi Muhammad karena menikahi gadis yang masih kecil. 

“Nabi Muhammad SAW menikahi seorang gadis berusia enam tahun dan kemudian berhubungan dengannya pada usia sembilan tahun,” ujar Sharma dalam sebuah video yang kini telah dihapus oleh saluran televisi tersebut. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA