Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Neom Megaproyek Ambisius Arab Saudi, Dirikan Bangunan Terbesar di Dunia 

Rabu 01 Jun 2022 20:58 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Lahan yang diperuntukkan untuk kota bentuk Oktagon (Neom) di Arab Saudi. Neom merupakan gagasan dari putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Lahan yang diperuntukkan untuk kota bentuk Oktagon (Neom) di Arab Saudi. Neom merupakan gagasan dari putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Foto: Al Araby
Neom merupakan gagasan dari putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi sedang merencanakan berdirinya bangunan terbesar di dunia di wilayah yang sebagian besar tidak berpenghuni. Ini merupakan bagian dari pembangunan baru senilai 500 miliar dolar AS. 

Neom, gagasan Putra Mahkota Saudi dan penguasa de facto Mohammed bin Salman (MBS), berencana membangun gedung pencakar langit kembar setinggi sekitar 500 meter (1.640 kaki) yang membentang secara horizontal sejauh puluhan mil, seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (1/6/2022). 

Baca Juga

Gedung pencakar langit ini akan menampung campuran ruang perumahan, ritel dan kantor yang membentang dari pantai Laut Merah ke padang pasir. 

Rencana tersebut merupakan pergeseran dari konsep yang diumumkan tahun lalu untuk membangun serangkaian perkembangan yang dihubungkan kereta api berkecepatan tinggi bawah tanah, menjadi struktur panjang yang berkesinambungan. 

Desainer diinstruksikan untuk mengerjakan prototipe sepanjang setengah mil. Setiap struktur akan lebih besar dari bangunan terbesar di dunia saat ini, yang sebagian besar adalah pabrik atau mal daripada komunitas perumahan. 

Diumumkan pada 2017, Neom sendiri adalah rencana Pangeran MBS untuk mengubah daerah terpencil di negara itu menjadi negara semi-otonom berteknologi tinggi yang membayangkan kembali kehidupan perkotaan.

Itu adalah bagian dari rencananya untuk menarik investasi asing dan membantu mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dari ketergantungan pada penjualan minyak. 

Pangeran MBS tahun lalu menyebutkan, The Line, sebagai kota linier bebas mobil yang akan membentuk tulang punggung Neom, dapat menelan biaya hingga 200 miliar dolar AS untuk dibangun. Meskipun, rencana itu diubah untuk memasukkan bangunan horizontal raksasa. 

"The Line adalah ide yang out of the box," kata Kepala Eksekutif Neom, Nadhmi Al-Nasr, dalam sebuah wawancara, yang menolak mengomentari secara spesifik rencana tersebut. "Apa yang akan kami hadirkan ketika kami siap akan diterima dengan sangat baik, dan akan dipandang sebagai revolusioner," tambahnya. 

Al-Nasr juga menyampaikan, bangunan-bangunan itu akan berbeda ketinggiannya, yang disesuaikan dengan lanskap dan ukuran akhirnya ditentukan  pertimbangan teknik dan medan. The Line akan dibangun secara bertahap berdasarkan permintaan. 

"Ketika orang berbicara tentang The Line, mereka melihat Hyperloop futuristik, jenis entitas Star Wars," kata Ali Shihabi, anggota Dewan Penasihat Neom. 

"Tetapi ketika The Line disajikan kepada dewan, saya melihat kota modern berkelanjutan yang sangat cerdas, dipikirkan dengan baik yang akan menampung dari pekerja hingga miliuner, dan akan dibangun secara bertahap, sehingga akan mengikuti permintaan," tambahnya.

 

Sumber: bnnbloomberg 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA