Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Begini Cara Ilmuwan Bertani dari Tanah di Bulan

Senin 30 May 2022 08:31 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Astronaut NASA mendarat di permukaan bulan dalam misi Apollo 11. Dalam misi itu, astronaut membawa sampel tanah bulan.

Astronaut NASA mendarat di permukaan bulan dalam misi Apollo 11. Dalam misi itu, astronaut membawa sampel tanah bulan.

Foto: nasa
Tanah bulan dibawa pulang ke Bumi oleh astronot sekitar 50 tahun yang lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan membudidayakan tanaman pada batuan yang diambil dari permukaan bulan. Itu pertanda bahwa suatu hari nanti orang bisa hidup di bulan, menanam makanan, dan menghasilkan air.

Peneliti di University of Florida mengumumkan, mereka telah membudidayakan tanaman di tanah bulan dan menemukan apa yang disebut sebagai "mimpi eksplorasi". Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan menunjukkan bahwa kehidupan dapat muncul dari regolith, yakni batuan yang ditemukan di permukaan bulan.

Baca Juga

Para ilmuan mengatakan, temuan yang telah diterbitkan dalam jurnal Communications Biology, dapat memiliki implikasi untuk misi eksplorasi bulan pada masa depan. Rob Ferl, salah satu penulis penelitian tersebut mengatakan, riset tersebut dapat membantu para astronaut melakukan misi di bulan dengan membudidayakan makanan mereka sendiri, termasuk mengurangi kebutuhan akan pasokan dari Bumi.

"Ketika manusia bergerak sebagai sebuah peradaban, tidak hanya untuk menjelajah selama beberapa hari, tetapi ketika pergi untuk tinggal di suatu tempat, kita selalu membawa pertanian bersama itu," kata Ferl.

Selain memberikan ketahanan pangan dalam level tertentu di luar angkasa, penelitian ini memiliki potensi manfaat lain. Ini juga dapat membantu astronaut memurnikan udara, menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer dan memproduksi air bersih.

Bagaimana budidaya tanaman di tanah bulan? (bersambung halaman 2)..

 

sumber : DW
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA