Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Mayoritas Wisatawan Hilang di Sungai Aare Swiss Ditemukan dalam Tiga Pekan

Ahad 29 May 2022 01:49 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ilham Tirta

Pemandangan Sungai Aare di Swiss, tempat Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril hilang terseret arus.

Pemandangan Sungai Aare di Swiss, tempat Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril hilang terseret arus.

Foto: EPA-EFE/ANTHONY ANEX
Polisi sungai Aare tidak memiliki kebiasaan menghentikan pencarian korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan Data Kepolisian Swiss, 15-29 wisatawan tenggelam dan terbawa arus sungai Aare setiap tahunnya. Namun ada waktu-waktu kritikal di mana mereka akhirnya dapat ditemukan.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman Hadad dalam konferensi pers berkaitan dengan pencarian Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz atau Eril di Bandung, Sabtu (28/5/2022).

Baca Juga

Berdasarkan keterangan kepolisian Swiss, 99,9 persen orang hilang di sungai Aare dapat ditemukan dalam waktu tiga pekan. “Mayoritas kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya itu 99,9 persen ditemukan dalam tiga pekan,” ujar Muliaman.

Namun sambungnya, ada waktu-waktu kritikal di mana korban hilang di sungai tersebut berhasil ditemukan dalam waktu tiga hari. Muliaman tidak menjelaskan berapa persen dari para korban dapat ditemukan dengan selamat.

Perbedaan lamanya waktu pencarian ini, kata dia, salah satunya dipengaruhi oleh cuaca ketika itu. Misalnya, naiknya debit air sungai dan kondisi air yang tidak jernih menjadi kendala bagi TIM SAR dalam pencarian.

“Kendala-kendala sangat alami bagi para petugas, tidak ada kendala spesifik,” katanya.

Dia berharap Eril yang terseret derasnya arus sungai pada Kamis (26/5/2022) dapat segera ditemukan. Tim SAR Swiss, tambahnya tidak memiliki ketentuan batas waktu pencarian korban.

“Sebenarnya tidak ada batas waktu karena ketika bertemu dengan tim SAR jawaban dari polisi sungai adalah ‘menjadi tugas kami, menjadi pemantau polisi sungai’, jadi tidak ada ucapan kapan pencarian akan dihentikan. Pencarian akan terus dilakukan setiap hari karena itu memang menjadi tugas mereka sehari-hari,” jelasnya.

Muliaman berharap akan ada banyak bantuan pencarian di akhir pekan. Mengingat pada akhir pekan kerap banyak wisatawan yang berenang di sungai tersebut.

“Sabtu dan Ahad hampir semua orang terjun ke sungai, jadi Sabtu ini diharapkan  probabilitas bertambah sehingga dibantu masyarakat di sungai. Kita sama-sama berdoa semoga Sabtu Ahad ini banyak masyarakat yang datang,” harapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA