Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

SK Siap Habiskan Rp 2,8 Kuadriliun untuk Bisnis Chip, Baterai dan Biotek

Sabtu 28 May 2022 10:00 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pengembangan teknologi chip (ilustrasi). SK Group, konglomerat terbesar kedua di Korea Selatan berdasarkan aset, mengatakan bahwa mereka akan menginvestasikan 247 triliun won (Rp 2,8 kuadriliun) selama lima tahun ke depan untuk menopang bisnis chip, baterai kendaraan listrik (EV), dan teknologi bio.

Pengembangan teknologi chip (ilustrasi). SK Group, konglomerat terbesar kedua di Korea Selatan berdasarkan aset, mengatakan bahwa mereka akan menginvestasikan 247 triliun won (Rp 2,8 kuadriliun) selama lima tahun ke depan untuk menopang bisnis chip, baterai kendaraan listrik (EV), dan teknologi bio.

Foto: www.sk.com
Perusahaan raksasa SK Group berencana kembangkan bisnis kluster Chip di Korsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SK Group, konglomerat terbesar kedua di Korea Selatan berdasarkan aset, mengatakan bahwa mereka akan menginvestasikan 247 triliun won (Rp 2,8 kuadriliun) selama lima tahun ke depan untuk menopang bisnis chip, baterai kendaraan listrik (EV), dan teknologi bio. Kelompok bisnis energi hingga telekomunikasi ini baru saja meluncurkan cetak biru hingga 2026, berjanji untuk menghabiskan 179 triliun won investasi di dalam negeri dan membantu menciptakan sekitar 50 ribu pekerjaan baru.

Dikutip dari Yonhap, Sabtu (28/5/2022), lebih dari setengah investasi, 142,2 triliun won, akan dihabiskan untuk meningkatkan semikonduktor dan sektor material terkait. SK mendorong proyek 120 triliun won untuk membangun kluster chip di Yongin, sekitar 50 kilometer selatan Seoul. Mereka juga berencana untuk memperluas pabrik fabrikasi dan fasilitas manufaktur wafer.

SK akan menghabiskan 67,4 triliun won untuk baterai kendaraan listrik, hidrogen, dan bisnis energi terbarukan lainnya, termasuk perluasan fasilitas produksi pemisah baterai. Perusahaan telah mengalokasikan 12,7 triliun won untuk biofarmasi dan 24,9 triliun won untuk teknologi digital, seperti jaringan 5G.

Konglomerat utama Korea Selatan, yang dikenal sebagai chaebol yang mendominasi ekonomi pasar, telah meluncurkan rencana investasi besar-besaran minggu ini ketika Presiden Yoon Suk-yeol menjabat awal bulan ini, termasuk komitmen Samsung 450 triliun won dan janji 63 triliun won oleh Hyundai Motor Group.

Yoon telah menyatakan dukungan aktif untuk konglomerat, memperjuangkan pertumbuhan ekonomi yang dipimpin oleh sektor swasta.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA