Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Jika Maju Pilpres 2024, Ridwan Kamil Kemungkinan akan Didukung Warga Jabar

Jumat 27 May 2022 14:47 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Joko Sadewo

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) mengantarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menaiki mobil usai berkunjung ke rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Ahad (15/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi dan halal bi halal lebaran 1443 Hijriah. Republika/Thoudy Badai

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) mengantarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menaiki mobil usai berkunjung ke rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Ahad (15/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi dan halal bi halal lebaran 1443 Hijriah. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Prestasi kepala daerah yang maju Pilpres 2024 jadi pertimbangan warganya memilih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan jika Gubernur Jawa Barat maju di Pilpres 2024, kemungkinan akan mendapat dukungan dari warga Jabar. Hal ini karena Ridwan Kamil berprestasi selama memimpin daerahnya.

Ujang mengatakan kepala daerah yang maju di Pilpres 2024 harus memiliki kinerja dan prestasi, agar dipilih warganya.  Bagaimanapun warganya akan memilih jika kinerjanya bagus.

"Tidak ada kesimpulan yang baku jika kepala daerah di daerah tertentu nyapres, lalu akan didukung atau dipilih oleh masyarakat di daerahnya. Yang dilihat masyarakat daerah adalah kinerja dan prestasinya," katanya saat dihubungi Republika, Jumat (27/5).

Ujang mencontohkan, Ridwan Kamil bagus di kinerja dan prestasi nya sebagai gubernur. Jika ia kemudian maju di Pilpres 2024  mungkin akan banyak didukung oleh warga Jabar.  "Namun, jika prestasi dan kinerjanya jeblok, rakyat Jabar tidak akan memilihnya," kata dia.

Ia melanjutkan begitu juga terjadi di Jawa Tengah (Jateng) dengan Ganjar Pranowo maupun daerah-daerah lainnya. Jadi, masyarakat daerah bukan melihat dia sebagai gubernurnya. Tapi melihat dan menilai kinerja dan prestasinya.  "Jika ingin dipilih, mesti punya investasi politik pada rakyat di daerahnya," kata dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA