Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Festival Dalang Anak dan Remaja Digelar Lagi

Jumat 27 May 2022 00:26 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Qommarria Rostanti

Festival Dalang Anak dan Remaja kembali digelar Kabupaten Sleman di Gedung Kesenian Sleman. (ilustrasi)

Festival Dalang Anak dan Remaja kembali digelar Kabupaten Sleman di Gedung Kesenian Sleman. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Festival dalang ini sebagai bentuk dukungan terhadap pedalangan Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Festival Dalang Anak dan Remaja kembali digelar Kabupaten Sleman di Gedung Kesenian Sleman. Pembukaan digelar meriah dihadiri Wakil Bupati Sleman, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kebudayaan, Ketua Komisi D DPRD, Panewu dan Kapolsek.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Edy Winarya menilai, Festival Dalang Anak dan Remaja tidak cuma dilaksanakan sebagai sebuah agenda lomba. Tapi, juga sebagai bentuk dukungan terhadap pedalangan Sleman, khususnya bagi usia dini.

Baca Juga

Ia mengatakan, Festival Dalang Anak dan Remaja merupakan bagian dari program kerja Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Kegiatan ini sebagai media pembinaan bagi seniman-seniman dan pendorong pedalangan Sleman usia dini yang berbakat.

"Festival ini juga menjadi wadah untuk mencari bibit unggul pedalangan di Kabupaten Sleman," kata Edy, Kamis (26/5/2022).

Edy melaporkan, Festival Dalang Anak dan Remaja diselenggarakan mulai dari 25-28 Mei 2022. Ada 17 peserta dalang anak dan 17 peserta dalang remaja yang berlomba. Pada pelaksanaan tahun ini, penonton tidak dilibatkan secara langsung di lokasi.

"Namun masyarakat bisa tetap menikmati acara melalui kanal YouTube Kundha Kabudayan Sleman," ujar Edy.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Dalang Anak dan Remaja 2022. Acara ini dirasa sebagai kesempatan emas untuk menggali potensi dalang anak dan remaja di Sleman.

Danang menekankan, wayang menjadi kesenian adiluhung yang harus dilestarikan tidak cuma oleh generasi sebelumnya, tapi generasi muda. Sehingga, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk melestarikan wayang kepada generasi penerus.

Selain itu, Danang berpendapat, wayang sebagai kesenian turut memiliki peran yang sangat besar sebagai tuntunan hidup yang menyimpan nilai-nilai kebaikan kehidupan. Karenanya, wayang tidak cuma sebuah tontonan tapi menjadi tuntunan.

Dengan begitu, kandungan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung potensi anak-anak pedalang, Danang turut mengingatkan orang tua agar selalu memberi dukungan secara terus menerus.

"Dari cerita di dalamnya, ada begitu banyak pesan yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran yang bisa memberikan banyak manfaat untuk generasi penerus," kata Danang. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA