Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

KIB Ingin Peta Paslon tak Buka Ruang Pembelahan Masyarakat

Rabu 25 May 2022 16:16 WIB

Red: Muhammad Hafil

 KIB Ingin Peta Paslon tak Buka Ruang Pembelahan Masyarakat. Foto:  Kotak suara Pilpres (ilustrasi)

KIB Ingin Peta Paslon tak Buka Ruang Pembelahan Masyarakat. Foto: Kotak suara Pilpres (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
KIB harap pilpres jadi panggung politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal DPP PPP Arwani Thomafi mengatakan, bahwa terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisikan Golkar-PAN-PPP ini untuk memperkuat partai politik.

Terutama, dalam mempersiapkan tahapan hingga menyambut Pemilu 2024, mendatang. Terlebih, dalam persiapaan menentukan calon presiden-calon wakil presiden di Pilpres.

Baca Juga

"Kita ingin dari awal Koalisi Indonesia Bersatu, ingin memperkuat parpol dalam hal mempersiapkan seluruh tahapan secara khusus pemilu presiden," kata Arwani Thomafi seperti dikutip, Rabu (25/5/2022).

Arwani menambahkan, bahwa KIB berkeinginan bahwa kontestasi Pilpres 2024 tak membuka kembali ruang pembelahan semakin besar di masyarakat.

Sehingga, ia mendorong agar muncul lebih dari dua pasangan calon presiden dalam Pilpres, mendatang. Tentunya, dengan harapan masyakarat disuguhkan lebih banyak paslon untuk dipilih.

"Tetapi pada intinya adalah ingin betul peta kontestasi tidak membuka ruang pembelahan di masyarakat semakin besar," ucap Arwani.

"Secara teori kita ingin lebih dari dua pasangan calon itu bagus. Tiga syukur-syukur empat, jadi masyarakat juga diberikan pilihan, oh ada ini, ada ini, akan memberikan satu keleluasaan untuk masyarakat memilih," tambahnya.

Terkait sosok yang akan diusung oleh KIB, Arwani mengatakan sangat terbuka pada semua kemungkinan. Termasuk, Golkar yang memajukan Ketum Airlangga Hartarto sebagai capres.

Menurutnya, yang paling utama adalah KIB bersepakat siapa dan kriteria seperti apa yang akan diusung.

Ia juga tak menutup kemungkinan bahwa dalam pembahasan bersama akan muncul kisi-kisi seperti harus cerdas, merakyat hingga punya pengalaman memimpin di daerah.

"Kita duduk bareng, nama itu disepakati oleh kami bertiga PPP-Golkar-PAN," terangnya.

"Tetapi kami tidak menutup mata terima masuk-masukan dari para tokoh dari luar sebagai bahan pertimbangan," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA