Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Presiden Ukraina Hanya Bersedia Bertemu Putin untuk Akhiri Perang

Selasa 24 May 2022 18:57 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow, pada 26 April 2022, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv, Ukraina, pada 8 Mei 2022. Perang yang tak berkesudahan dan tidak dapat dimenangkan di Eropa? Itulah yang ditakuti dan dikuatkan oleh para pemimpin NATO saat perang Rusia di Ukraina memasuki bulan ketiga dengan sedikit tanda kemenangan militer yang menentukan bagi kedua pihak, dan tidak ada resolusi yang terlihat.

Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin di Moskow, pada 26 April 2022, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv, Ukraina, pada 8 Mei 2022. Perang yang tak berkesudahan dan tidak dapat dimenangkan di Eropa? Itulah yang ditakuti dan dikuatkan oleh para pemimpin NATO saat perang Rusia di Ukraina memasuki bulan ketiga dengan sedikit tanda kemenangan militer yang menentukan bagi kedua pihak, dan tidak ada resolusi yang terlihat.

Foto: AP/AP
Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam operasi di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS  -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, Presiden Vladimir Putin satu-satunya pejabat Rusia yang bersedia ia temui untuk mendiskusikan upaya mengakhiri perang. Berbicara melalui tautan video kepada peserta World Economic Forum di Davos pada Senin (23/5), Zelenskyy juga mengatakan bahwa mengatur setiap pembicaraan dengan Rusia menjadi lebih sulit mengingat tindakan Rusia terhadap warga sipil di bawah pendudukan.

"Presiden Federasi Rusia yang memutuskan semuanya. Jika kita berbicara tentang mengakhiri perang ini tanpa dia secara pribadi, keputusan itu tidak dapat diambil," kata Zelensky melalui seorang penerjemah.

Baca Juga

Sementara itu, Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya "operasi khusus" untuk menurunkan kemampuan militer Ukraina. Zelenskyy mengatakan, penemuan pembunuhan massal di daerah-daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia pada awal perang, khususnya di luar Kiev, membuat lebih sulit untuk mengatur pembicaraan dan dia akan mengesampingkan diskusi dengan pejabat lain.

"Saya tidak bisa menerima pertemuan apa pun dengan siapa pun yang datang dari Federasi Rusia selain presiden. Dan hanya dalam kasus ketika ada satu isu yang jelas: menghentikan perang. Tidak ada alasan untuk pertemuan lain," ujar dia.

Perunding Rusia dan Ukraina telah mengadakan pembicaraan sejak pasukan Rusia menyerbu Ukraina pada akhir Februari, tetapi kedua belah pihak mengatakan pembicaraan terhenti.

Zelensky mengatakan kepada televisi Ukraina pekan lalu bahwa tidak mungkin menghentikan perang tanpa melibatkan semacam diplomasi. Dalam sambutannya kepada hadirin di Davos, Zelenskyy juga mengatakan bahwa perang harus dibayar mahal dengan banyak nyawa di pihak Ukraina.

Pasukan negara itu menunjukkan kemajuan, terutama di dekat kota kedua Kharkiv, tetapi situasi paling berdarah tetap ada di Donbas. Ukraina kehilangan terlalu banyak orang di sana.

Dia menambahkan bahwa setiap gagasan untuk memulihkan secara paksa semenanjung Krimea, yang direbut dan dianeksasi oleh Rusia pada  2014, akan menyebabkan ratusan ribu korban.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA