Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Kisah Ayah Jack Grealish Ketika Kelabui MU Agar Anaknya tak Pindah ke Old Trafford

Selasa 24 May 2022 17:58 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Pemain Manchester City Jack Grealish merayakan dengan trofi setelah memenangkan gelar Liga Premier Inggris 2022 di Stadion Etihad di Manchester, Inggris,  Ahad (22/5/2022) malam WIB.

Pemain Manchester City Jack Grealish merayakan dengan trofi setelah memenangkan gelar Liga Premier Inggris 2022 di Stadion Etihad di Manchester, Inggris, Ahad (22/5/2022) malam WIB.

Foto: AP/Dave Thompson
Saat itu Grealish masih berusia sembilan tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Jack Grealish salah satu pemain yang emosional ketika Manchester City merengkuh gelar Liga Primer Inggris musim ini. Pasalnya gelar tersebut merupakan yang pertama dalam karirnya. Perasaan itu seolah tak peduli dengan kontribusinya yang minim kepada tim walaupun berstatus sebagai pemain termahal Inggris yakni 100 juta Poundsterling.

Tapi ada cerita menarik mengenai kisah masa kecil Grealish ketika ia diminati oleh Manchester United. Dilansir dari Dailymail, Selasa (24/5/2022), ia mengungkapkan ayahnya memberikan nama palsu kepada pemandu bakat MU ketika mereka menaruh minat kepadanya. Itu terjadi ketika Grealish menjadi anggota tim U-10 Aston Villa.

Baca Juga

Grealish menandatangani kontrak dengan Aston Villa ketika berusia enam tahun sebelum secara resmi memulai dengan tim U-10 Aston Villa tiga tahun kemudian. Setelah bergabung dengan akademi Villa, ia seharusnya meninggalkan tim Liga Minggunya, Highgate United. Ia justru ikut tur kecil dengan mantan timnya itu.

Saat tur itu, ia menarik minat beberapa tim besar, termasuk Setan Merah. Namun ayahnya punya cara cerdas mengelabui MU dengan memberikan nama palsu anaknya agar tak ketahuan.

“Anda sebenarnya tidak dimaksudkan untuk kembali dan bermain dengan tim lama Anda, tetapi mereka melakukan tur kecil di Devon dan kami bermain melawan beberapa tim di babak grup. Kami menang 4-0 dan saya mencetak keempatnya,” katanya kepada The Face.

Grealish bergembang di Villa Youth dan menjadi kapten tim utama Midlands sebelum pindah ke Manchester City musim panas lalu dengan menjadi pemain Inggris termahal. Kendati demikian ia harus berjuang mendapatkan tempat di starting XI Pep Guardiola.

Grealish mengakui label harganya mendatangkan tekanan kepada dirinya. Dengan status tersebut maka seolah tak boleh membuat kesalahan di dalam maupun di luar lapangan.

“Ketika saya di Villa, jika saya [membuat] umpan yang buruk dan keluar dari permainan, itu tidak masalah. Sekarang seperti: ‘Dia bernilai £100 juta dan dia tidak bisa mengoper bola?’,” ujarnya.

Grealish tampak menikmati perayaan City meraih gelar Liga Inggris. Ia berjanji akan memanfaatkan sebaik-baiknya memenangkan Liga Inggris pertama kalinya untuk meningkatkan karirnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA