Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Warga India Kini Bisa Akses Dokumen Resmi Lewat WhatsApp

Selasa 24 May 2022 12:35 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

Whatsapp. Meta ingin menjadikan WhatsApp berfungsi seperti WeChat di China, bisa digunakan untuk berbagai layanan.

Whatsapp. Meta ingin menjadikan WhatsApp berfungsi seperti WeChat di China, bisa digunakan untuk berbagai layanan.

Foto: EPA-EFE/RITCHIE B. TONGO
Meta ingin menjadikan WhatsApp berfungsi seperti WeChat di China.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI – Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India mengumumkan pada Senin (23/5/2022) warga negara India kini dapat mengakses berbagai dokumen resmi melalui WhatsApp. Ini merupakan kemajuan signifikan dari Meta untuk menjadikan WhatsApp sebagai hal penting di India.

Program ini akan terintegrasi dengan dokumen digital Digilocker. Nantinya, WhastApp akan menjadi penghubung penting dengan banyak cara yang dapat membantu memperkuat nilai aplikasi bagi pengguna India.

Baca Juga

Saat ini WhatsApp merupakan platform perpesanan paling populer di India dengan lebih dari 487 juta pengguna. Ketika informasi digital India terus terbentuk, semakin banyak orang bergantung pada WhatsApp untuk tetap terhubung. Misal, Meta membangun lebih banyak opsi untuk pembayaran tagihan, penukaran uang, belanja, dan banyak lagi.

Dalam banyak hal, Meta ingin meniru cara aplikasi perpesanan yang digunakan di China di mana WeChat telah menjadi alat penting untuk banyak interaksi sehari-hari. Di tengah pandemi Covid-19, WeChat juga sebagai aplikasi yang menunjukkan status kesehatan melalui barcode untuk naik transportasi umum.

Dilansir Social Media Today, Selasa (24/5/2022), pengguna China secara teratur menggunakan identitas digital mereka melalui aplikasi perpesanan untuk melakukan hampir semua transaksi sehari-hari mereka. Ini termasuk belanja, transportasi, pembayaran utilitas, perbankan, dan lain-lain.

Meta telah mencoba meniru konsep WeChat pada berbagai tahap dengan pengguna barat, dimulai dengan dorongan untuk mengintegrasikan bot messenger pada tahun 2016 hingga meluncurkan Facebook Pay yang segera menjadi Meta Pay di berbagai pasar.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuat Messenger berkembang melampaui platform perpesanan. Namun di India Meta melihat peluang signifikan untuk menjadikan WhatsApp sebagai elemen yang lebih penting bagi 1,4 miliar warga negara itu. 

Di saat yang bersamaan, Meta juga meluncurkan alat bisnis baru, seperti pemberitahuan berulang dan hosting Cloud WhatsApp yang tersedia gratis. India adalah tempat Meta ingin melihat penggunaan terbesar dari sejumlah fungsi tersebut dengan setiap langkah memperkuat aplikasi sebagai utilitas utama di India.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA