Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Dekranasda: Perajin Tinggal Empat, Tenun Ternate Hampir Punah

Senin 23 May 2022 18:16 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Atmina Karim, mengembangkan 96 pewarna alami untuk kain tenun di Pulau Ternate, Kabupaten Alor, NTT. Perajin tenun di Ternate kini tersisa empat.

Atmina Karim, mengembangkan 96 pewarna alami untuk kain tenun di Pulau Ternate, Kabupaten Alor, NTT. Perajin tenun di Ternate kini tersisa empat.

Foto: Istimewa
Dekranasda Kota Ternate mengungkap perajin tenun di daerahnya terus berkurang.

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengungkapkan bahwa tenun Ternate hampir punah. Sebab, perajin tenun di Kota Ternate terus berkurang.

Ketua Dekranasda Merlisa Tauhid di Ternate, Senin, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan tenun Ternate. Saat ini, tersisa empat perajin dari Ternate.

Baca Juga

"Daerah lain di Indonesia tengah geliat kembangkan penenun khas daerah, sehingga Dekranasda Ternate memberi masukan agar bersama-sama bertanggung jawab seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar ada kolaborasi dan semangat yang sama majukan tenun Ternate," kata Merlisa.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Disperindag Kota Ternate untuk mendatangkan instruktur bisa kembangkan tenun Ternate. Galeri PKK di Benteng Oranye, menurut Merlisa, dapat dijadikan tempat pelatihan selama tiga bulan bagi pelaku usaha tenun Ternate.

Selain itu, tentunya peserta dapat mendapatkan pengetahuan untuk melestarikan industri kerajinan tenun Ternate dan penenun mendapat perhatian dari OPD terkait. Merlisa menyatakan pendampingan pengembangan dan diversifikasi produk dilakukan melalui pelatihan teknik menenun dengan menggunakan gedogan dan alat tenun bukan mesin (ATBM) kepada 20 peserta penenun.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA