Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Perbasi Alihkan Fokus ke FIBA Asia Cup Usai SEA Games

Senin 23 May 2022 11:20 WIB

Red: Israr Itah

Timnas basket putra Indonesia meraih emas SEA Games Vietnam.

Timnas basket putra Indonesia meraih emas SEA Games Vietnam.

Foto: ARIYA Kurniawan/Perbasi
FIBA Asia Cup digelar pada 12-24 Juli 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) fokus menyiapkan tim nasional basket putra mengikuti FIBA Asia Cup 2022 setelah meraih medali emas SEA Games Vietnam 2021. Sekretaris Jenderal PP Perbasi Nirmala Dewi mengatakan, Indonesia yang merupakan tuan rumah turnamen bergengsi bola basket di Asia pada 12-24 Juli 2022 itu membidik delapan besar basket putra Asia demi mendapatkan tiket FIBA World Cup 2023.

Dia mengatakan sejak awal PP Perbasi menjadikan ajang FIBA Asia Cup sebagai target utama tahun ini, sementara SEA Games sebagai target antara untuk uji coba. "Terbukti, kami di sini dapat emas," kata Nirmala di Hanoi, Senin (23/5/2022).

Baca Juga

Tim basket putra Indonesia mencetak sejarah dengan menjuarai SEA Games Vietnam 2021 setelah memetik enam kali menang dari total tujuh peserta dalam sistem setengah kompetisi. Pada laga penentuan, Indonesia menghadapi Filipina yang sama-sama berbekal lima kemenangan di Thanh Try Gymnasium, Hanoi, Ahad (22/5/2022). Andakara Prastawa dkk berhasil menang dengan skor 85-81.

Filipina yang menjadi juara bola basket sejak 1989 sampai 2019 serta hanya melepas gelar kepada Malaysia pada 1979 dan 1989, akhirnya harus mengakui keunggulan Indonesia sebagai juara baru bola basket Asia Tenggara. Tim yang diperkuat oleh tiga orang pemain naturalisasi, Dame Diagne, Marques Terrell Bolden, dan Brandon Jawato ini tampil digdaya dalam empat babak pertandingan.

Nirmala mengatakan, timnas basket putra ini ini dibangun PP Perbasi sejak Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah FIBA World Cup 2023 sekitar dua tahun lalu. Perbasi menyadari untuk mendapatkan tiket kompetisi elite bola basket tersebut tak mudah sehingga bidikan beralih ke FIBA Asia Cup.

"Walau demikian, kami tak berani bidik emas (FIBA Asia Cup) karena di sana ada China dan negara-negara kuat lain di basket. Namun untuk delapan besar, bisa dikatakan cukup realistis," kata dia.

Setelah membulatkan tekad mencapai target tersebut, PP Perbasi mulai merekrut sejumlah pemain naturalisasi dan mengoptimalkan potensi pebasket Indonesia yang berkiprah di luar negeri seperti Derrick dan Jawato. "Bukan hanya di tim putra, di tim putri juga. Mereka yang sekolah di luar negeri, untuk SEA Games dipanggil semua," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA