Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Calabria Sebut Rahasia Scudetto Milan adalah Skuad Saat Ini

Senin 23 May 2022 10:52 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Pemain AC Milan Davide Calabria.

Pemain AC Milan Davide Calabria.

Foto: EPA-EFE/ELISABETTA BARACCHI
AC Milan meraih scudetto pertama dalam 11 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Davide Calabria mengatakan, kualitas tim yang dimiliki AC Milan saat ini merupakan rahasia keberhasilan Rossoneri meraih Scudetto. Milan telah memenangkan gelar Serie A Italia untuk ke-19 kalinya dalam sejarah mereka setelah menang 3-0 atas Sassuolo di Stadion Mapei, Senin (23/5) dini hari WIB. Itu sekaligus Scudetto pertama untuk Milan dalam 11 tahun.

"Ada segalanya di hati saya, Kami telah berkorban, beberapa tahun terakhir sulit, tetapi kami telah menuai hasil dari pekerjaan kami," kata Calabria kepada DAZN, dikutip dari Football Italia.

Baca Juga

Dia mengungkapkan bagaimana pelatih Stefano Pioli mengizinkan Theo dan dirinya untuk bebas di tengah sehingga Rossoneri memiliki gaya bermain yang rumit untuk lawan. "Saya dulu bermain sebagai gelandang tengah, jadi saya terbiasa bermain di tengah lapangan," katanya.

Calabria menjelasakan bagaimana tim yang membawa Milan ke puncak Serie A ini diisi oleh pemain-pemain fantastis dengan mentalitas juara. Menurutnya semua pemain telah melakukan semua yang mereka bisa, bahkan mungkin lebih. Ini merupakan hadiah atas apa yang telah dilakukan dan ia bangga dengan skuad Milan saat ini.

“Kelompk pemain ini sangat penting. Anda tidak menang tanpa grup pemain ini. Rafael Leao telah meningkat pesat. Dia pemain yang berbeda. Dia harus terus seperti ini," kata Calabria.

Selain gelar juara, pelatih Stefano Pioli dinobatkan sebagai Pelatih Musim Ini setelah pertandingan di Sassuolo dan diberikan penghargaan oleh Paolo Maldini selama wawancara pasca-pertandingan dengan DAZN. Gelar ini merupakan yang pertama bagi Pioli dalam karier kepelatihannya di Milan.

Pelatih berusia 56 tahun itu mendedikasikan gelar juara untuk ayahnya, yang meninggal pada September 2019, beberapa pekan sebelum penunjukannya sebagai pelatih Milan. "Dia akan bangga dengan saya, di mana pun dia berada sekarang," kata Pioli.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA