Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Anthony Albanese, Sosok PM Australia dari Keluarga Sederhana

Senin 23 May 2022 00:45 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Ketua Partai Buruh Australia Anthony Albanese terpilih sebagai perdana menteri Australia.

Ketua Partai Buruh Australia Anthony Albanese terpilih sebagai perdana menteri Australia.

Foto: EPA-EFE/DEAN LEWINS
Anthony Albanese adalah seorang politisi yang memiliki kehidupan sederhana

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Australia terpilih, Anthony Albanese adalah seorang politisi yang memiliki kehidupan sederhana. Dia adalah anak satu-satunya yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal di pinggiran Sydney dengan mengandalkan uang pensiun.

Albanese menggambarkan dirinya sebagai satu-satunya kandidat perdana menteri dengan "nama non-Anglo Celtic". Teman-teman Albanese melafalkan namanya dengan menyebut “Alban-ez,” seperti mengucapkan bolognese.  Tetapi setelah berulang kali dikoreksi selama bertahun-tahun oleh orang Italia, pelafalan nama Albanese secara luas dikenal sebagai "Alban-easy."

Saat pidato kemenangannya, Albanese berada satu panggung dengan Senator Penny Wong, yang akan menjadi menteri luar negeri.  Ayah Wong adalah orang Malaysia-Cina dan ibunya orang Eropa keturunan Australia.

“Saya pikir itu bagus. Seseorang dengan nama keluarga non-Anglo Celtic adalah pemimpin di House of Representative dan seseorang dengan nama keluarga seperti Wong adalah pemimpin pemerintahan di Senat,” kata Albanese.

Australia telah dikritik karena perwakilannya di Parlemen sebagian besar merupakan keturunan penjajah Inggris.  Inggris tidak lagi menjadi sumber utama imigran Australia sejak kebijakan rasis dicabut pada 1970-an.  Sekitar setengah dari populasi multikultural Australia lahir di luar negeri atau memiliki orang tua yang lahir di luar negeri. Imigran Cina dan India sekarang mendominasi Australia.

Albanese menghabiskan masa kecilnya di perumahan milik pemerintah di pinggiran kota Camperdow.  Kehidupan Albanese yang cukup sederhana telah membentuknya sebagai pribadi yang kuat dan rendah hati. Dia dikenal sebagai politisi yang telah memimpin Partai Buruh Australia ke dalam pemerintahan untuk pertama kalinya sejak 2007. Hingga kini dia masih dikenal luas dengan nama panggilan masa kecilnya, Albo.

“Ini mengatakan banyak tentang negara kita yang hebat bahwa seorang putra dari seorang ibu tunggal yang merupakan pensiunan disabilitas, yang tumbuh di perumahan umum di ujung jalan di Camperdown dapat berdiri di hadapan Anda malam ini sebagai perdana menteri Australia,” kata Albanese dalam pidato kemenangannya.

“Setiap orang tua menginginkan lebih untuk generasi berikutnya daripada yang mereka miliki. Ibuku memimpikan kehidupan yang lebih baik untukku. Dan saya berharap perjalanan hidup saya menginspirasi orang Australia untuk meraih bintang,” tambah Albanese.

Selama kampanye, Albanese kerap mengungkapkan kehidupan masa kecilnya yang kurang beruntung. Oleh karena itu, dia berfokus pada kebijakan bantuan keuangan untuk pembeli rumah pertama yang bergulat dengan melonjaknya harga real estat dan pertumbuhan upah yang lamban. Selain itu, Partai Buruh juga menjanjikan perawatan anak yang lebih murah untuk orang tua yang bekerja, dan perawatan panti jompo yang lebih baik untuk lansia.

Ayah Albanese, Carlo Albanese yang berkebangsaan Italia. Sementara ibu Albanese merupakan keturunan Irlandia-Australia, Maryanne Ellery.

Ibunda Albanese adalah pegawai pemerintah dan mengalami cacat karena rheumatoid arthritis kronis. Sejak kecil, Albanese mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Namun pada usia 14 tahun, dia mengetahui fakta yang sebenarnya bahwa ayahnya masih hidup dan orang tuanya tidak pernah menikah.

Carlo Albanese dan Ellery bertemu di kapal pesiar pada 1962. Carlo merupakan seorang pramugara di kapal pesiar tersebut. Ellery kembali ke Sydney setelah menempuh perjalanan selama tujuh bulan melalui Asia ke Inggris dan benua Eropa. Menurut biografi Anthony Albanese 2016, berjudul "Albanese: Telling it Straight" ibunya hamil empat bulan ketika kembali ke Sydney.

Ellery tinggal bersama orang tuanya di rumah milik pemerintah di Camperdown. Pada 2 Maret 1963, Ellery melahirkan Anthony Albanese. Karena kesetiaan kepada ibunya dan rasa takut menyakiti perasaannya, Albanese memberanikan diri untuk mencari ayahnya pada 2002, setelah ibunya meninggal dunia.

Albanese bertemu dengan ayahnya pada 2009 di Barletta di Italia selatan. Ketika itu, Albanese yang menjabat sebagai menteri transportasi dan infrastruktur Australia sedang melakukan pertemuan bisnis di Italia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA