Sabtu 21 May 2022 20:13 WIB

Di Tengah Wabah PMK, Gubernur Kepri Ajak Warga Beli Sapi Lokal

Ada larangan sementara pengiriman hewan ternak dari luar daerah.

Di tengah wabah PMK, warga Kepulauan Riau diminta beralih membeli sapi lokal. (ilustrasi)
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Di tengah wabah PMK, warga Kepulauan Riau diminta beralih membeli sapi lokal. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PINANG -- Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengajak masyarakat beralih membeli daging sapi lokal. Hal ini menyusul penghentian sementara pengiriman sapi hidup dari luar daerah akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Ada hikmahnya juga larangan sementara pengiriman hewan ternak dari luar daerah, jadi kita bisa memanfaatkan daging sapi lokal," kata Gubernur Ansar di Tanjung Pinang, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga

Ansar menyebut sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar mendata pasokan sapi lokal di masing-masing wilayah untuk pemenuhan kebutuhan harian maupun menjelang Idul Adha 2022. Namun demikian, katanya, tak menutup kemungkinan pemerintah daerah tetap akan mendatangkan sapi dari provinsi lain yang tidak terpapar PMK jika memang diperlukan untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.

"Biasanya kami memang mendatangkan sapi dari Lampung, Jambi, dan Palembang. Tapi tiga daerah itu sudah terserang PMK, sehingga pengiriman dihentikan sementara, maka itu kita coba cari alternatif daerah lain kalau memang harus impor sapi," ucap Ansar.

Ansar mengutarakan, daerahnya memang bukan sentra peternakan sapi/kambing, maka tak heran kalau selama ini kebutuhan akan hewan ternak tersebut lebih banyak didatangkan dari luar daerah seperti Lampung, Jambi, dan Palembang. Dia juga memaklumi keluhan pedagang/peternak daging sapi di daerah itu karena khawatir tak bisa berjualan imbas stok daging segara terbatas, karena adanya larangan lalu lintas pengiriman sapi di tengah merebaknya PMK.

"Pemda dan pihak-pihak terkait tengah berupaya mencari solusi terhadap pemenuhan stok daging sapi di Kepri, terutama dalam menyambut Hari Raya Kurban," katanya.

Ketua Persatuan Pedagang dan Peternak Sapi/Kambing Kota Tanjung Pinang dan Kabupaten Bintan Thamrin menyampaikan, stok sapi hidup yang ada saat ini hanya mampu bertahan hingga sepekan ke depan saja. Ia menjelaskan setiap harinya kebutuhan daging sapi segar khususnya di Kota Tanjung Pinang sebanyak dua ekor sapi. Sedangkan stok sapi potong harian yang ada sekarang hanya 15 ekor.

"Selepas satu pekan, jika tak ada sapi yang masuk ke Tanjung Pinang, maka kios daging sapi akan tutup," kata Thamrin.

Thamrin menyatakan, peternak dan pedagang tidak bisa mendatangkan sapi dari luar daerah menyusul terbitnya surat penghentian sementara sertifikasi karantina terhadap media pembawa PMK dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi yang mulai berlaku 15 Mei 2022. Menurut dia, sapi yang didatangkan dari daerah-daerah seperti Jambi, Lampung, dan Palembang biasanya dikirim ke Tanjung Pinang-Bintan melalui pelabuhan Kuala Tungkal, Jambi.

"Tetapi karena adanya kebijakan penghentian sementara sertifikasi karantina itu, menyebabkan sapi tidak dapat diseberangkan dari pelabuhan Jambi ke daerah ini," ujar Thamrin.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement