Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

43.911.285 Penduduk Indonesia Telah Divaksinasi Booster

Sabtu 21 May 2022 22:05 WIB

Red: Friska Yolandha

Tempat tes rapid antigen sepi di Stasiun Yogyakarta, Kamis (19/5/2022). Sebanyak 43.811.285 penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau penguat hingga Sabtu (21/5/2022), pukul 12.00 WIB, berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19.

Tempat tes rapid antigen sepi di Stasiun Yogyakarta, Kamis (19/5/2022). Sebanyak 43.811.285 penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau penguat hingga Sabtu (21/5/2022), pukul 12.00 WIB, berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Total penduduk yang telah divaksinasi dosis kedua mencapai 166.764.720 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 43.811.285 penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau penguat hingga Sabtu (21/5/2022), pukul 12.00 WIB, berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 349.398 orang dibandingkan hari sebelumnya. 

Sementara yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua bertambah 132.018 orang atau total sebanyak 166.764.720 orang. Sedangkan yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama bertambah sebanyak 45.565 orang atau total sebanyak 199.844.276 orang. Target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 orang.

Baca Juga

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan peluang terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pascamudik Lebaran pada tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena tingkat vaksinasi sudah tinggi. "Sekarang ini yang sudah divaksinasi kan persentasenya tinggi sekali sehingga kekhawatiran itu masih ada, namun tidak besar," katanya, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan pada masa mudik Lebaran tahun-tahun sebelumnya, jumlah masyarakat yang divaksinasi COVID-19 di Indonesia masih rendah sehingga terjadi lonjakan kasus COVID-19 pascamudik. Masyarakat yang sudah divaksinasi akan memiliki risiko lebih rendah untuk tertular COVID-19 dan jika tetap tertular, tidak menimbulkan gejala yang berat.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA