Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Penambahan Kasus Covid-19 Masih Terjadi, Hari Ini Terkonfirmasi 263 Kasus

Sabtu 21 May 2022 19:11 WIB

Red: Agus raharjo

Petugas medis melakukan tes usap PCR kepada seorang warga di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia, Cilandak, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Kebijakan pemerintah melonggarkan syarat perjalanan yang tak lagi wajib tes PCR atau antigen diperkirakan akan membuat bisnis tersebut gulung tikar.

Petugas medis melakukan tes usap PCR kepada seorang warga di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia, Cilandak, Jakarta, Selasa (15/3/2022). Kebijakan pemerintah melonggarkan syarat perjalanan yang tak lagi wajib tes PCR atau antigen diperkirakan akan membuat bisnis tersebut gulung tikar.

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Jumlah pasien Covid-19 meninggal pada Sabtu (21/5/2022) bertambah enam orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Data Kementerian Kesehatan hingga Sabtu (21/5/2022) pukul 12.00 WIB, menyebutkan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 263 orang. Total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 6.052.363 orang.

Sementara kasus sembuh bertambah sebanyak 254 orang atau total 5.892.126 kasus sembuh. Sedangkan kasus meninggal bertambah sebanyak enam orang atau total 156.519 orang.

Baca Juga

Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 78.614 spesimen. Kenaikan kasus paling tinggi terjadi di DKI Jakarta dengan jumlah kasus sebanyak 93 kasus. Selanjutnya, diikuti Jawa Timur sebanyak 39 kasus dan Jawa Barat sebanyak 34 kasus.

Sementara, jumlah kasus sembuh paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan jumlah kasus sebanyak 81 kasus, kemudian diikuti Jawa Timur sebanyak 35 kasus dan Jawa Barat sebanyak 30 kasus. Sedangkan untuk kasus meninggal paling banyak terjadi di Jawa Timur dan Jawa Barat dengan dua kasus.

Sebelumnya, Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan bahwa kebijakan pelonggaran masker di ruang terbuka dapat dilaksanakan jika mampu melakukan jaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19. "Harusnya di ruang terbuka dengan catatan jaga jarak dapat dilaksanakan," kata Yunis.

Ia menuturkan jika warga tidak dapat menerapkan jaga jarak minimal dua meter di ruang terbuka, maka sebaiknya tetap menggunakan masker. Yunis tidak ingin pelonggaran masker itu diinterpretasikan salah oleh masyarakat bahwa saat ini bebas tidak memakai masker jika berada di ruang terbuka.

Yunis mengatakan masih ada risiko penularan Covid-19 saat ini sehingga perlu tetap waspada dengan menerapkan pakai masker dan jaga jarak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA