Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Vangelis Chariots of Fire Tutup Usia, PM Yunani Beri Julukan 'Pionir Suara Elektronik'

Jumat 20 May 2022 08:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Komposer asal Yunani, Vangelis Papathanassiou, menyapa penggemar di ujung konser bersejarahnya di Temple of Zeus, Athena, Yunani, 28 Juni 2001. Komposer pemenang Oscar untuk musik tema Chariots of Fire itu tutup usia pada 17 Mei 2022 dalam usia 79 di Paris, Prancis.

Komposer asal Yunani, Vangelis Papathanassiou, menyapa penggemar di ujung konser bersejarahnya di Temple of Zeus, Athena, Yunani, 28 Juni 2001. Komposer pemenang Oscar untuk musik tema Chariots of Fire itu tutup usia pada 17 Mei 2022 dalam usia 79 di Paris, Prancis.

Foto: EPA-EFE/SIMELA PANTZARTZI
Vangelis terkenal sebagai komponis Yunani pembuat musik tema film Chariots of Fire.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vangelis, komponis Yunani yang membuat musik tema untuk film Chariots of Fire, meninggal dunia pada usia 79 tahun. Film tersebut menang Oscar pada 1981.

Firma hukum yang mewakili komponis ini mengatakan, Vangelis tutup usia, Selasa (16/5/2022). Pada Kamis, firma mengonfirmasikan bahwa Vangelis saat itu tengah dirawat sebagai pasien Covid-19.

Baca Juga

Dalam unggahan di Twitter, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyebut Vangelis "pionir suara elektronik". "Dia memulai perjalanan panjang dari Chariots of Fire. Dari sana dia akan terus mengirimkan kita pesan," tulis Mitsotakis.

Vangelis lahir dengan nama panjang Evangelos Odysseas Papathanassiou pada 1943. Sejak kecil, dia sudah tertarik pada musik dan bereksperimen dengan suara yang dihasilkan dari memukul pot, wajan, gelas dan objek lainnya.

Vangelis tidak pernah menempuh pendidikan musik secara formal yang belakangan disebut membantunya dalam mengembangkan kreativitas. Setelah membuat band rock lokal, Vangelis pergi ke Paris pada usia 25 tahun.

Jauh dari rumah, Vangelis tertarik dengan bidang synthesizers elektronik yang kala itu masih baru, membuatnya bisa membuat warna melodi yang menjadi ciri khasnya. Meski menikmati kesuksesan dengan band Aphrodite's Child yang dibentu bersama musisi Yunani Demis Roussos, Vangelis tak nyaman dengan ekspektasi sebagai musisi komersil dan dia lebih sering berada di studio rekaman yang dibuat untuk dirinya sendiri di London, Inggris.

Di sana, Vangelis membuat musik untuk film Chariots of Fire tentang sekelompok pelari Inggris di Olimpiade 1924. Ketukan synthesizer dan melodi buatannya membuat adegan pembuka atlet-atlet berlari di pantai dalam slow motion menjadi model dari bagaimana sinema menggambarkan olahraga.

Vangelis pernah mengatakan musik yang memberikannya Academy Award itu adalah bagian dari persembahan untuk ayahnya, seorang pelari amatir. Tapi dia tidak besar kepala setelah popularitasnya meroket.

"Itu hanya sebuah musik," kata dia kepada pewawancara.

Kesuksesan Chariots of Fire menutupi musik-musiknya yang lain.  Vangelis juga membuat musik untuk sejumlah film besar lain seperti Missing yang disutradarai Costa-Gavras dan Blade Runner dari Ridley Scott.

 

Dikutip dari AFP, Vangelis juga membuat musik untuk teater dan balet, juga lagu anthem Piala Dunia 2002. Dia pernah berkata kepada Observer pada 2012 bahwa kesuksesan itu manis, tapi di sisi lain berbahaya.

"Alih-alih bisa maju dan bergerak bebas melakukan apa yang kau inginkan, kau terjebak dan harus mengulanginya lagi."

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA