Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Prof Haedar Nashir Sampaikan 8 Karakter Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan

Kamis 19 May 2022 14:18 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Prof Haedar Nashir Sampaikan 8 Karakter Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Prof Haedar Nashir Sampaikan 8 Karakter Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan

Foto: Dokumen
Prof Haedar sangat mengapresiasi Aisyiyah yang telah berkiprah nyata bagi kehidupan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi memberikan amanat penting dalam acara Milad ‘Aisyiyah Ke-105 tahun pada Kamis, 19 Mei 2022. Milad ‘Aisyiyah kali ini mengambil tema “Sukseskan Muktamar ke-48: Perempuan Mengusung Peradaban Utama”.

 

Baca Juga

Acara puncak Milad ‘Aisyiyah dipusatkan di Gedung Siti Bariyah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, SH., LLM, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr Hj Siti Noordjannah Djohantini, MM., MSi, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, SKp., MKep., Sp., Mat, seluruh Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Prof Haedar sangat mengapresiasi ‘Aisyiyah yang telah berkiprah nyata bagi kehidupan. Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan percikan amanah Milad ‘Aisyiyah Ke-105 tahun. Ada beberapa apresiasi yang disampaikan.

Pertama, menggerakan seluruh sendi kehidupan umat dan masyarakat luas untuk menjadi masyarakat maju, berkarya amal usaha yang mencerdaskan, mencerahkan dan membangun kebersamaan dan persatuan.

Kedua, ‘Aisyiyah sebagai pelopor gerakan inklusif dalam percaturan dan panggung nasional dalam bingkai keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan universal.

“Ketika gerakan perempuan lain masih berkutat berbicara tentang dirinya dari perempuan untuk perempuan, ‘Aisyiyah selain berbicara tentang perempuan untuk perempuan, tetapi melampaui dari itu, perempuan untuk semua. Inilah karakter ‘Aisyiyah yang menjadi DNA sejak kelahirannya sampai saat ini dan ke depan,” terangnya saat memberikan amanah.

Ketiga, ‘Aisyiyah selain menjadi pelopor gerakan perempuan Islam berkemajuan yang rahmatan lil ‘alamin. Karakter gerakan perempuan Islam ini melekat dan menyatu bukan hanya saja pada jiwa dan alam pikir, namun terwujud dalam seluruh amal usahanya. ‘Aisyiyah sampai pelosok negeri telah berkiprah nyata untuk membangun umat, bangsa, dan keumatan semesta.

Selain itu, Prof Haedar membentangkan karakteristik dari gerakan perempuan Islam berkemajuan.

Pertama, berpaham Islam berkemajuan. Tentunya akan menjadikan Islam sebagai dinul hadharah (agama yang membangun peradaban). Hal ini telah dibuktikan oleh Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun yang mengubah masyarakat Jahiliyah menjadi al-madinah al-munawwarah. Selama berabad-abad telah menghadirkan kejayaan, mendunia, dan mencerahkan semesta.

“Islam yang berkemajuan tentu memiliki paham Ar-Ruju’ ila al-Qur’an wa as-Sunnah (Kembali kepada Al-Quran dan as-Sunnah), tetapi mengembangkan ijtihad. Dan itulah yang membedakan dari gerakan-gerakan Islam lain yang kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi tidak mengembangkan ijtihad atau alam pikiran maju berdasarkan rasionalitas, ilmu pengetahuan, dan kontekstualisasi kehidupan,” jelasnya.

Kedua, bercita-cita membangun khaira ummah (masyarakat terbaik). Menurut Rasulullah Muhammad SAW, masyarakat terbaik yakni khoirunnas anfa’uhum linnas (memberi manfaat kepada manusia lain). Khaira Ummah selain bermakna umat yang unggul dalam aspek ibadah, akidah, dan akhlak, tetapi pada saat yang sama unggul dalam muamalah duniawiyah yang kemudian dikonstruksi menjadi peradaban utama.

“Yang tentu tidak sekali jadi (membangun khaira ummah), bahkan sampai satu hari sebelum Kiamat, kita pun belum tuntas menyelesaikannya. Tetapi kewajiban kita adalah berikhtiar membangun khaira ummah”, tukasnya.

Ketiga, bermisi dakwah dan tajdid yang mencerahkan. Kata mencerahkan menurut bahasa Al-Quran diartikan sebagai takrij min al-dhulumat ila al-nur, yakni mendendangkan manusia keluar dari kegelapan menuju pada keadaan penuh cahaya. Dengan kata lain mengeluarkan manusia dari keterjeratan keterbelakangan pada kondisi yang terbaik, termasuk pada pemenuhan dasar perempuan dalam kehidupan kolektif.

Keempat, menjunjung tinggi dan memuliakan martabat manusia, baik perempuan maupun laki-laki, tanpa diskriminasi. “Usaha-usaha kita membangun kesetaraan keadilan lahir dari pesan Ilahi. Dan pesan langit ini bersifat trensenden untuk kita wujudkan dalam kehidupan. sehingga kita manusia baik laki-laki tidak mempunyai hak untuk mendiskriminasi, merendahkan, apalagi menzalimi sesama, hatta karena berbeda jenis kelamin. Justru Allah mengangkat dan memuliakannya sebagaimana QS al-Hujurat [49]: 13,” pungkasnya.

Kelima, membangun keluarga sakinah sebagai basis dari masyarakat dan bangsa yang berkeadaban utama. Keluarga adalah fondasi terpenting dalam kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara. Tanpa keluarga, musykil dapat membangun kehidupan secara kokoh.

“Maka pada aspek inilah, ‘Aisyiyah telah bergerak lama membangun keluarga sakinah. Dan saat ini tantangannya sangat besar,” ujarnya.

Keenam, gerakan yang menguasai IPTEK dan pemikiran maju. “Kami percaya Indonesia akan maju, jaya, dan bersaing dengan bangsa lain, ketika kita menguasai IPTEK dan berpikiran maju,” tegasnya.

Ketujuh, mengembangkan sumber daya insani. Hal ini sebagai kekuatan ‘Abdullah wa khalifah fil ardh. “Tugas kita para orangtua Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah adalah mengantarkan mereka menjadi pewaris masa depan bangsa. Cintailah mereka, didiklah mereka, dan mereka harus menjadi bagian dari masa depan kita yang kita rencanakan. Sehingga menjadi qurrata’ayun dan bukan menjadi generasi dhi’afan (generasi yang lemah),” jelasnya.

Kedelapan, berperan proaktif di dalam membangun umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Menurut Prof Haedar, ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah menggerakkan roda kemajuan, ide-ide kemajuan, dan karya-karya kemajuan yang melintas batas untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.

Di akhir amanatnya, Prof Haedar berharap pada diselenggarakannya Milad ‘Aisyiyah ini senantiasa terus mencerahkan, mencerdaskan, dan memajukan ‘Aisyiyah sebagai Gerakan Perempuan Islam Berkemajuan untuk umat, bangsa, dan rahmatan lil ‘alamin bagi semesta.

https://suaramuhammadiyah.id/2022/05/19/prof-haedar-nashir-sampaikan-8-karakter-gerakan-perempuan-islam-berkemajuan/

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA