Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Erick: Kontribusi BUMN Jadi Fondasi untuk Program-program di Indonesia

Rabu 18 May 2022 23:21 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berkesempatan hadir dalam acara Milad ESQ Ke-22 secara langsung di Ruang Granada Menara 165. Erick Thohir mengaku bangga upaya transformasi BUMN-BUMN Indonesia mulai menuai hasil. BUMN-BUMN telah dan terus bertransformasi menjadi korporasi yang sehat serta selalu mendorong bertumbuhnya ekonomi kerakyatan dan keumatan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir berkesempatan hadir dalam acara Milad ESQ Ke-22 secara langsung di Ruang Granada Menara 165. Erick Thohir mengaku bangga upaya transformasi BUMN-BUMN Indonesia mulai menuai hasil. BUMN-BUMN telah dan terus bertransformasi menjadi korporasi yang sehat serta selalu mendorong bertumbuhnya ekonomi kerakyatan dan keumatan.

Foto: Tangkapan layar
Erick menyebut saat ini transformasi BUMN Indonesia telah menuai hasil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Menteri BUMN Erick Thohir mengaku bangga upaya transformasi BUMN-BUMN Indonesia mulai menuai hasil. BUMN-BUMN telah dan terus bertransformasi menjadi korporasi yang sehat serta selalu mendorong bertumbuhnya ekonomi kerakyatan dan keumatan.

"Di sinilah kita mencoba dan Insya Allah hal ini sudah mulai dirasakan. Di mana, Alhamdulilah, performance BUMN hari ini yang tadinya untung Rp 13 triliun sekarang menjadi Rp 90 triliun," kata Erick Thohir dalam sambutannya pada acara Milad ESQ ke-22 di Ruang Granada Menara 165, Jakarta, Senin (16/5).

Lebih lanjut Erick Thohir menjelaskan, "Ini tentu membantu negara ketika ekonomi dunia sedang gonjang-ganjing. Kontribusi yang kita berikan baik berupa laba, pajak, dan bagi hasil, ini menjadi fondasi untuk program-program di Indonesia. Apakah itu yang kemarin sudah kita rasakan vaksin gratis, BLT, Bansos dan lain-lain."

Pada bagian lain Erick Thohir mengungkapkan, pembangunan bangsa ini harus dijalankan secara berimbang. Bukan hanya ekonomi, politik, dan agama, tetapi juga manusianya. Dalam konteks ini, pembangunan dengan modal dasar Akhlak menjadi sangat penting.

"Kekuasaan tanpa Akhlak akan menjadi sebuah kezoliman. Kekayaan tanpa Akhlak akan menjadi sebuah kerakusan. Kepintaran tanpa Akhlak akan menciptakan tipu daya. Di situlah, kenapa kita harus bersepakat. Tidak lain transformasi bangsa kita harus didasari oleh manusianya," jelas Erick Thohir.

Menurut Erick Thohir, pembangunan manusia juga menjadi sangat penting berhadapan dengan disrupsi yang terjadi di berbagai sektor kehidupan. Manusia, kata Erick Thohir, harus menjadi nukleus atau sebuah inti dari pembangunan sebuah bangsa serta pertumbuhan ekonominya.

"Sumber daya alam akan habis. Sekarang dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dunia, apakah yang namanya disrupsi digital, disrupsi ekonomi, disrupsi geopolitik, disrupsi alam yang sekarang alam pun tidak pasti. Kadang-kadang panas, kadang-kadang hujan," ucapnya. 

Dia meneruskan, "Dan tentu pada akhirnya kembali kepada manusia sendiri. Bagaimana manusia bisa menjadi sebuah nucleus, sebuah inti daripada pertumbuhan sebuah bangsa atau pertumbuhan sebuah ekonomi itu sendiri."

Sementara itu, pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian merasa bersyukur karena Visi Indonesia Emas yang ditanamkan pada kepala para alumninya sudah menjadi cita-cita bangsa. Sebab Visi Indonesia Emas itu sudah dicanangkan oleh Bappenas dan digaungkan semua pihak baik akademisi, politisi, maupun pelaku bisnis.

“Tahapannya yaitu Indonesia Emas Berkarakter 2020, Indonesia Emas Sejahtera 2030, Indonesia Emas Adi Daya 2045. Dan dalam momentum Milad ESQ ke-22, ESQ yakin percaya akan visi Indonesia Atap Dunia 2085,” kata Ary Ginanjar Agustian. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, "Tonggak pertama Indonesia Emas Berkarakter saat nilai-nilai Ber-AKHLAK dijadikan Core Values atau Panduan Moral bagi ASN serta seluruh BUMN. ESQ mendukung hal tersebut di atas dengan mencanangkan Alumni ESQ BERAKHLAK 7 Budi Utama.” 

Acara Milad ESQ ke-22 ini juga dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kepala BNPT Boy Rafli Amar, dan Wakil Ketua KPK, Nurul Gufron.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA