Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Wiku: Kasus Covid-19 Terus Turun Meski Mobilitas Masyarakat Meningkat

Rabu 18 May 2022 18:23 WIB

Rep: Fauziah Mursid, Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Warga mengenakan masker beraktivitas di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (18/5/2022). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memastikan Indonesia resmi masuk masa transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19. Kondisi itu ditandai dengan sejumlah relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan Covid-19 seperti penghapusan kebijakan pemeriksaan PCR atau antigen bagi pelaku perjalanan, serta memperbolehkan masyarakat untuk tidak memakai masker di ruang terbuka. Foto: Republika/Abdan Syakura

Warga mengenakan masker beraktivitas di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (18/5/2022). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memastikan Indonesia resmi masuk masa transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19. Kondisi itu ditandai dengan sejumlah relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan Covid-19 seperti penghapusan kebijakan pemeriksaan PCR atau antigen bagi pelaku perjalanan, serta memperbolehkan masyarakat untuk tidak memakai masker di ruang terbuka. Foto: Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Kondisi ini menjadi indikasi pandemi Covid-19 saat ini sudah bisa dikendalikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan tren kasus positif Covid-19 harian terus mengalami penurunan. Wiku mengatakan, meskipun mobilitas tinggi sebagai dampak dilakukan relaksasi kebijakan, tetapi tidak diikuti dengan kenaikan kasus.

Bahkan kata Wiku, mobilitas di Indonesia khususnya pada sektor retail dan rekreasi terus menunjukkan kenaikan sejak bulan Maret lalu hingga saat ini.

Baca Juga

"Tetapi kasus positif harian tetap menunjukkan penurunan. Artinya dengan mobilitas yang bahkan tertinggi selama pandemi, penularan kasus positif Covid 19 tetap dapat kita tekan bersama di tengah masyarakat," ujar Wiku dalam konferensi pers secara daring, Rabu (18/5/2022).

Menurut Wiku, kondisi ini adalah kabar baik yang penting untuk terus dipertahankan ke depannya. Wiku mengatakan, di tengah pelonggaran aktivitas dan kebijakan pemakaian masker, maka upaya mencegah penularan harus terus dilakukan.

Berdasarkan data kasus di tingkat nasional, Indonesia, kata Wiku, masih terus menunjukkan perbaikan pada indikator kasus aktif dan kesembuhan. Kasus aktif tingkat nasional menunjukkan tren penurunan menjadi 0,08 persen pada pekan terakhir di mana angka ini lebih rendah sekitar 4 persen di bawah rata-rata kasus dunia.

"Apabila dilihat dari jumlah kasus aktif nasional pada tanggal 8 Mei lalu, terdapat 6.000 orang penderita Covid dan per 15 Mei turun menjadi sekitar 4.700 orang," ujar Wiku.

Sedangkan kesembuhan, terjadi peningkatan jumlah orang sembuh pada level nasional di pekan ini yakni 3.600 orang sembuh dengan persentase kesembuhan sebesar 97,34 persen. Jika dibandingkan dengan dunia, persentase kesembuhan Indonesia masih bertahan sekitar 3 persen di atas rata-rata duunia.

Sementara indikator kematian, persentase maupun jumlah kematian di Indonesia cenderung tetap dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 2,59 persen. Sementara jumlah orang meninggal rata-rata 3 bulan terakhir mengalami penurunan dan saat ini rata-rata di angka 13 kasus

"Angka kematian ini juga masih berada di atas rata-rata dunia, di saat kasus aktif dan kesembuhan sudah berhasil Lebih baik dibanding standar dunia," ujar Wiku.

Ketua DPR Puan Maharani bersyukur Indonesia mulai memasuki fase endemi Covid-19. Dengan kondisi tersebut, anak-anak disebut bisa kembali melakukan pelajaran tatap muka di sekolah dengan tenang, sehingga dapat meringankan beban anak, orang tua, dan guru.

"DPR RI mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah sehingga kini masyarakat bisa melepas masker saat beraktivitas di luar ruang atau di area terbuka yang tidak ramai," ujar Puan, Rabu.

 

Puan pun mengapresiasi kebijakan pemerintah terkait kelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka. Namun, kebijakan tersebut diharapkan tidak ditanggapi dengan euforia berlebihan sehingga abai terhadap protokol kesehatan.

"Masker yang kita pakai akan mencegah berbagai macam penyakit yang ditularkan lewat udara. Protokol kesehatan melindungi diri dan keluarga. Jangan terlalu euforia karena pelonggaran penggunaan masker ini," ujar Puan lewat keterangan tertulisnya, Rabu.

Kebijakan lepas masker masyarakat di ruang terbuka disebutnya telah sesuai dengan perkembangan transisi menuju endemi Covid-19. Kendati demikian, ia meminta masyarakat tetap untuk memperhatikan kondisi kesehatannya, terlebih Indonesia kini mulai memasuki musim pancaroba yang rentan memunculkan berbagai penyakit.

"Kalau bisa budayakan kebiasaan memakai masker, seperti budaya higienis masyarakat Jepang sebagai proteksi diri dan lingkungan sekitar," ujar Puan.

 

photo
Tiga Skenario Pandemi Menuju Endemi - (infografis republika)
 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA