Rabu 18 May 2022 15:14 WIB

Daging yang Dikirim ke DKI Diklaim Aman PMK

Dirut Dharma Jaya mengeklaim daging yang dikirim ke Jakarta aman dari PMK.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Bilal Ramadhan
Pembeli memilih daging ayam di salah satu kios. Dirut Dharma Jaya mengeklaim daging yang dikirim ke Jakarta aman dari PMK.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Pembeli memilih daging ayam di salah satu kios. Dirut Dharma Jaya mengeklaim daging yang dikirim ke Jakarta aman dari PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dirut Dharma Jaya Raditya Endra Budiman, memastikan, pasokan daging untuk DKI Jakarta aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini marak di beberapa daerah. Menurutnya, kepastian itu setelah PD Dharma Jaya melakukan pengecekan dan tes pada setiap sapi yang dipasok ke DKI.

“Kami memastikan sumber sapi yang kita ambil selama ini aman dari (PMK)” kata Raditya, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga

Dia menambahkan, jika ada sapi terindikasi PMK, pihaknya akan memulangkan sapi ke daerah asal. Namun demikian, diakui Raditya, sejauh ini tidak ada sapi yang masuk ke Jakarta dan terjangkit PMK.

Sapi-sapi yang masuk ke DKI, katanya, berasal dari daerah yang aman wabah PMK. Utamanya, karena mayoritas berasal dari Jawa Barat, Lampung dan NTT. “Untuk pasokan yang diterima Dharma Jaya untuk DKI sebulan bisa ada sampai 500 atau 600 ton,” katanya.

Raditya menambahkan, sumber sapi mayoritas yang diterima DKI Jakarta sebenarnya bukan lokal. Menurut dia, mayoritas daging yang ada di DKI berasal dari Australia dan Brasil.

Dia memaparkan, daging yang berasal dari Australia dan Brazil, sejauh ini aman dari wabah dan tidak mengindikasikan penularan masif. Namun demikian, diakuinya, jika harga daging dari Australia masih mahal karena pandemi dan kebutuhan nasional yang mendesak karena banyak faktor.

“Iya dari Australia memang tinggi saat ini harganya. Jadi ngaruh juga ke DKI,” tuturnya.

Lebih jauh, pihaknya, juga melakukan konsolidasi dengan daerah pemasok lokal untuk memantau harga daging jelang Idul Adha pada Juli mendatang. Menyoal harga berdasarkan https://infopangan.jakarta.go.id/ di DKI hingga Selasa (17/5) daging has berkisar Rp 151.666 per Kg, sementara daging semur Rp 148.152 per Kg.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mewanti-wanti, dengan adanya penyakit mulut kuku (PMK) pada ternak, akan berdampak pada kelangkaan stok pangan dan harga jelang Idul Adha Juli mendatang. Karenanya, dia mewanti-wanti BUMD PD Dharma Jaya untuk mengantisipasi harga pangan, khususnya daging.

“Jelang qurban ini ada peningkatan kebutuhan. Umumnya diikuti peningkatan kebutuhan dan harga sapi, dan sekarang ditambah lagi ada PMK,” jelas Riza.

Riza, juga meminta langkah antisipasi lainnya dari BUMD terkait PMK yang kini marak pada ternak. Dia berharap, masyarakat bisa mendapatkan stok pangan dengan kualitas dan harga yang baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement