Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Wapres: Akses Air Minum Aman di Indonesia Baru 11 Persen

Rabu 18 May 2022 12:50 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo

Wakil Presiden Maruf Amin.

Wakil Presiden Maruf Amin.

Foto: Dok. BPMI/Setwapres
Tanpa sanitasi dan air yang aman, anak-anak menjadi rentan terhadap stunting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan akses terhadap air minum aman di Indonesia saat ini baru mencapai 11 persen. Hal tersebut disampaikan Wapres saat membuka Forum Sector Ministers Meeting Sanitation and Water For All 2022, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

"Di Indonesia, akses terhadap air minum layak telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk, tetapi capaian akses air minum aman baru sekitar 11 persen," ujar Wapres.

Baca Juga

Sementara untuk akses sanitasi, saat ini sekitar 80 persen penduduk mempunyai akses sanitasi layak, sedangkan sanitasi aman baru dinikmati sekitar 7 persen penduduk Indonesia. "Padahal, sesuai data WHO, penyediaan air minum dan sanitasi yang aman menentukan hidup dan kehidupan manusia," kata Wapres.

Secara global, kata Wapres, saat ini sekitar dua miliar manusia tidak mempunyai akses yang baik terhadap air minum yang aman dan lebih dari tiga miliar orang tidak mempunyai akses sanitasi yang aman. Padahal, kata Wapres, kedua kebutuhan pokok itu dapat mengurangi indeks penyakit sebesar 0,39 persen.

Tanpa sanitasi dan air yang aman, anak-anak menjadi rentan terhadap stunting. "Selain itu, sanitasi dan air minum yang aman menjadi prasyarat penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat niscaya terus meningkat," jelasnya.

Dia mengingatkan Sidang Umum PBB tahun 2010 mengakui akses terhadap sanitasi dan air minum aman merupakan hak asasi setiap manusia. Wapres menekankan "Mewujudkan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman serta Berkelanjutan bagi Semua" menjadi salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang harus dicapai pada tahun 2030.

Untuk itu, menurut Wapres, setiap negara harus memiliki rencana kerja yang jelas dengan indikator terukur serta menerapkanmelalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi. "Selain itu, kita harus terus memperkokoh kemitraan global dalam menangani permasalahan multidimensional ini. Dalam semangat kemitraan global inilah, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Water Forum Tahun 2024," jelasnya.

Kiai Ma'ruf berharap pertemuan pada forum tersebut memberikan manfaat dan kontribusi optimal dalam mendorong pencapaian tujuan tersebut.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA