Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

API: Pengembangan Panas Bumi Penuhi Kebutuhan Energi Berkelanjutan

Rabu 18 May 2022 12:10 WIB

Rep: Antara/ Red: Satria K Yudha

Konferensi pers pelaksanaan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022.

Konferensi pers pelaksanaan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022.

Foto: API
Pameran energi panas bumi akan digelar pada 14-16 September 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Energi panas bumi dinilai merupakan energi bersih yang ramah lingkungan dan mampu berproduksi ratusan tahun. Oleh karena itu,  pengembangan panas bumi sebagai transisi energi harus terus berjalan meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi.

 

"Panas bumi merupakan sumber energi yang dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan saat ini dan di masa depan sebagai energi yang handal dalam mensuplai kebutuhan beban dasar ketenagalistrikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang unggul," kata Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi di Jakarta, Selasa (17/5).

 

Prijandaru mengatakan hal tersebut terkait penyelenggaraan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-8 pada 14-16 September 2022 di Jakarta Convention Center.

 

Menurutnya, dampak pemanasan global semakin meningkat, kenaikan suhu sudah dirasakan di berbagai belahan dunia, seperti yang belakangan ini terjadi suhu di Jakarta mencapai 36 derajat celsius. Hal ini menunjukkan bahwa energi ramah lingkungan sudah sangat penting untuk dikembangkan menggantikan energi fosil. 

 

Meski begitu, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan panas bumi di Indonesia. Tantangan itu, antara lain,  bagaimana pengembang bisa menghasilkan harga energi listrik panas bumi yang kompetitif.

 

"Karena itu pentingnya pemerintah untuk mewujudkan tarif berkeadilan bagi energi listrik panas bumi. Adil bagi kedua pihak, pengembang panas bumi maupun pembeli dalam hal ini PLN," katanya.

 

Tantangan lain adalah soal kebutuhan pendanaan yang berkelanjutan dari negara-negara maju kepada negara seperti Indonesia yang kini melakukan pengembangan energi bersih dan terbarukan. 

 

Menurut Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, pemerintah selalu memberikan dukungan bagi pengembangan panas bumi dalam mencapai agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kemandirian energi nasional.

“Sehingga dalam menjalankan hal tersebut perlu melibatkan berbagai pihak, baik dari sisi pemerintah maupun di luar pemerintah harus bersama-sama berkomitmen mengambil langkah-langkah strategis, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapainya," katanya.

 

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Harris Yahya mengatakan pengembangan panas bumi memang membutuhkan investasi yang besar. Hal ini yang membuat pemanfaatan panas bumi untuk kelistrikan di tanah air kapasitasnya baru mencapai 2.292 MW atau 8,9 persen dari potensi atau sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia.

 

Ketua Pelaksana IIGCE 2022 Riza Pasikki mengatakan, forum IIGCE tahun ini bertema “Geothermal: The Sustainable Energy for Green Recovery, Energy Transisition, and Security”. Tema ini dianggap relevan dengan isu global dan kebijakan pemerintah saat ini untuk mewujudkan energi hijau yang berkelanjutan.

 

Forum IIGCE 2022 dinilainya sangat penting, karena salah satu program yaitu konvensi akan membahas dan saling berbagi pengalaman terkait kerangka kebijakan yang menarik terhadap isu global serta komitmen investasi dari pengembang yang membutuhkan dukungan badan pendanaan. Acara tersebut juga akan disertai dengan kesempatan berkunjung ke lapangan pembangkit panas bumi Sokoria, Ende, NTT serta technical paper dan pameran.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA