Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Jepang akan Buka Paket Wisata Terbatas

Selasa 17 May 2022 13:41 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Jepang mengatakan mulai Mei ini Negeri Sakura akan menggelar

Jepang mengatakan mulai Mei ini Negeri Sakura akan menggelar "uji coba pariwisata" dalam bentuk paket wisata terbatas.

Foto: KIMIMASA MAYAMA/EPA-EFE
Jepang mengatakan mulai Mei ini Negeri Sakura akan menggelar uji coba pariwisata

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang mengatakan mulai Mei ini Negeri Sakura akan menggelar "uji coba pariwisata" dalam bentuk paket wisata terbatas. Kebijakan ini diterapkan untuk mengumpulkan informasi sebelum membuka pariwisata sepenuhnya.

Pariwisata salah satu pilar perekonomian Jepang. Negara itu menerapkan peraturan perbatasan yang ketat sejak pandemi Covid-19 pada awal 2020 lalu.

Baca Juga

Jepang sudah melonggarkan peraturan itu dengan mengizinkan mahasiswa dan pengusaha asing masuk tapi masih melarang wisatawan. Meski industri berharap dapat mengambil keuntungan dari jatuhnya nilai yen ke titik terendahnya dalam 20 tahun dengan dibukanya kembali pariwisata.

Pada Selasa (17/5) Agen Pariwisata Jepang mengatakan akan mulai mengizinkan kelompok-kelompok kecil wisatawan masuk pada akhir bulan ini. Sebagai "uji coba" untuk mengumpulkan informasi sebelum memperluas pintu pariwisata. Belum disebutkan kapan perbatasan sepenuhnya dibuka.

Turis dari Amerika Serikat (AS), Australia, Thailand dan Singapura yang sudah mendapat tiga dosis vaksin Covid-19 diperbolehkan mengikuti paket tur ini. Tapi perjalanan mereka direncanakan agen perjalanan dan selalu ditemani oleh pemandu wisata.

"Usaha ini akan memungkinkan kami memverifikasi kepatuhan dan merespon kedaruratan untuk mencegah penyebaran dan menyusun pedoman untuk diingat agen perjalanan dan operator akomodasi," kata Agensi Pariwisata Jepang dalam pernyataannya.

Sebelumnya di London pada bulan ini Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada bulan Juni ia akan mulai menyesuaikan peraturan perbatasan Jepang dengan negara-negara demokrasi kaya lainnya. Tapi ia tidak menyampaikan detailnya lebih lanjut.

Termasuk kapan Jepang akan membuka kembali perbatasannya pada pariwisata. Pada tahun 2019 lalu Jepang menerima 31,9 juta wisatawan yang menghabiskan 4,18 triliun yen.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA