Monday, 5 Zulhijjah 1443 / 04 July 2022

Fakta-Fakta Merkurius, Planet Terkecil di Tata Surya

Selasa 17 May 2022 09:15 WIB

Rep: mgrol136/ Red: Dwi Murdaningsih

Planet Merkurius

Planet Merkurius

Foto: NASA
Merkurius mengelilingi matahari dalam 88 hari, menjadikannya planet tercepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merkurius adalah planet terkecil dan terdekat dengan matahari di tata surya kita. Merkurius memiliki diameter 4.880 kilometer dan berukuran sekitar setengah ukuran Bumi. Meskipun kecil,Merkurius mengorbit matahari lebih cepat daripada planet lain di tata surya.

Dilansir dari LiveScience, Merkurius mengelilingi matahari dalam 88 hari, menjadikannya planet tercepat di tata surya. 

Baca Juga

Satu tahun di Merkurius kurang dari tiga bulan di Bumi. Merkurius dapat dilihat tanpa teleskop di langit malam dan telah dikenal umat manusia selama ribuan tahun. 

Menurut Cool Cosmos, bangsa Sumeria membuat salah satu catatan pertama yang terdokumentasi tentang planet ini sekitar 3.000 SM.

Apakah Merkurius merupakan planet terpanas?

Merkurius mungkin tampak sebagai planet terpanas karena terdekat dengan matahari. Namun, Merkurius tidak memiliki atmosfer seperti Bumi yang dapat memerangkap dan menahan panas.

Alhasil, sisi yang menghadap jauh dari matahari biasanya cukup dingin, terutama karena Merkurius berotasi lambat dan membutuhkan waktu sekitar 59 hari Bumi untuk menyelesaikan satu putaran. 

Menurut Badan Antariksa Amerika (NASA), suhu di permukaan Merkurius masih bisa mencapai 427 derajat Celcius pada siang hari, tetapi bisa turun hingga minus 290 derajat Fahrenheit (minus 179 derajat Celcius) pada malam hari.

Dari mana Merkurius berasal?

Menurut Museum Sejarah Alam di London, Inggris, merkuri sebagian besar terdiri dari besi. Merkurius tertutup dalam mantel dan kerak seperti Bumi, dan memiliki inti dalam dengan inti luar logam cair. 

Meskipun Merkurius menjadi planet yang jauh lebih kecil secara keseluruhan, inti dalamnya padat dan ukurannya mirip dengan Bumi, menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA