Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

FKUB Palu: Moderasi Beragama Jadi Sarana Pemersatu Umat

Senin 16 May 2022 21:30 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kerukunan umat beragama (Ilustrasi). FKUB Palu mendorong terwujudnya harmoni antar-umat beragama

Kerukunan umat beragama (Ilustrasi). FKUB Palu mendorong terwujudnya harmoni antar-umat beragama

Foto: Republika/Mardiah
FKUB Palu mendorong terwujudnya harmoni antar-umat beragama

REPUBLIKA.CO.ID, PALU–Moderasi agama menjadi salah satu sarana terwujudnya persatuan antara umat beragama di Indonesia khususnya di Kota Palu yang merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu, Ismail Pangeran, menyatakan hal ini sebab moderasi agama termaktub dalam ajaran semua agama di Indonesia yang memerintahkan setiap pemeluknya agar menjaga persatuan dengan pemeluk agama lain dengan cara menciptakan kerukunan dan menjunjung tinggi toleransi serta menghormati perbedaan antar-umat beragama.

Baca Juga

"Ajaran tentang moderasi beragama di semua agama itu ada. Hanya cara mengimplementasikan-nya yang berbeda. Sesuai dengan tuntutan dalam kitab suci setiap agama," katanya, Senin (16/5/2022).

Dia mencontohkan moderasi beragama di internal agama Islam, pemeluknya diajarkan agar tidak memaksakan pemeluk agama lain untuk meyakini apalagi sampai memeluk agama Islam.

"Umat Islam tidak diperkenankan memaksakan pemeluk agama lain meyakini agama Islam karena mereka telah memiliki agama. Perbedaan itu wajar. Jangan hanya karena perbedaan keyakinan agama kita jadi bertikai,"ujarnya.

Agar moderasi beragama dapat terus terjaga, Ismail meminta kepada semua pihak mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda utamanya tokoh agama untuk selalu menyampaikan pesan-pesan persatuan, toleransi dan kerukunan antar-umat beragama.

Dia tidak ingin para tokoh tersebut menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama hanya pada momen-momen tertentu saja. Pesan moderasi mesti disampaikan setiap saat dan pada kesempatan apapun.

"Tokoh agama utamanya harus menjadi tokoh yang memberi solusi jika terjadi permasalahan antar-umat beragama. Jangan malah menyampaikan pesan-pesan yang provokatif. Mari kita saling bergandengan tangan menjaga keharmonisan dan kerukunan antar-umat beragama yang telah terjalin sejak lama di Kota Palu," kata dia. 

 

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA